RM.id Rakyat Merdeka - Pihak berwenang Korea Selatan (Korsel) kembali mencoba menangkap Presiden dimakzulkan Yoon Seok Yeol untuk kedua kalinya, Rabu (15/1/2025).
Menurut laporan BBC, 1.000 polisi telah dikerahkan untuk menangkap Yoon. Polisi masuk dari berbagai penjuru. Penyidik juga mencoba masuk ke kediaman presiden, melalui bagian belakang kompleks.
Baca juga : MBG Turunkan Omset Kantin Sekolah?
Meski pengadilan telah mengeluarkan surat perintah penangkapan pada 31 Desember 2024, Yoon mengabaikan tiga panggilan penyelidikan terkait tudingan penyalahgunaan kekuasaan dan menghasut pemberontakan, saat menerapkan kebijakan darurat militer pada awal Desember 2024.
3 Januari lalu, pihak berwenang telah mencoba menangkap Yoon. Namun gagal setelah bertikai enam jam dengan Dinas Pengamanan Presiden (PSS) di luar kediaman Yoon.
Baca juga : Kongres Ke-6 PDIP Diusulkan Di Solo
Park Jong-joon, yang ditunjuk sebagai Kepala Dinas Pengamanan Presiden oleh Yoon pada September 2023 menegaskan, staf keamanan telah menjalankan tugas mereka untuk melindungi presiden yang sedang menjabat.
Susah Ditangkap
Menanggapi Yoon yang sulit ditangkap, Profesor Madya Hankuk University of Foreign Studies, Seoul, Mason Richey mengatakan, Dinas Pengamanan Presiden bertindak seperti itu, karena setia kepada Yoon. "Bisa juga karena salah pemahaman tentang peran hukum dan konstitusional," ujar Richey.
Baca juga : Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol OTW Ditangkap
Sementara Pakar Korea yang juga pengacara berdomisili di Amerika Serikat (AS) Christopher Jumin Lee mengatakan," Sangat mungkin Yoon menanamkan loyalis garis keras dalam organisasi tersebut, untuk mengantisipasi hal-hal seperti ini," ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.