RM.id Rakyat Merdeka - Badan keamanan nasional Amerika Serikat (AS) memperingatkan bahwa pelantikan Presiden terpilih Donald Trump dan wakilnya, JD Vance, Senin (20/1/2025), akan menjadi target potensial yang menarik bagi para ekstremis yang melakukan kekerasan. Pengamanan terketat sepanjang sejarah pelantikan Presiden AS telah dipersiapkan.
Sekitar 7.800 anggota Garda Nasional dan 4.000 petugas dari berbagai kepolisian di seluruh negeri akan diterjunkan untuk memperkuat Kepolisian Washington DC.
Menurut staf khusus penanggung jawab Dinas Rahasia (Secret Service) AS Matt McCool dikutip Reuters, Selasa (14/1/2025), secara total, akan ada sekitar 25.000 personel penegak hukum dan militer di lokasi untuk mengamankan pelantikan.
“Kami berada dalam situasi ancaman yang jauh lebih tinggi,” ujar staff khusus penanggung jawab Dinas Rahasia (Secret Service) AS Matt McCool dikutip Reuters, Selasa (14/1/2025).
McCool mengatakan, personel keamanan federal disiagakan sejak Sabtu (18/1/2025), untuk memastikan kelancaran acara. Mereka bergabung dengan pasukan keamanan lokal di bawah arahan Secret Service.
Tak hanya itu, tembok pengaman setinggi 2 meter yang membentang sejauh 48 kilometer memutar area Capitol Hill dan Washington Monument juga dipersiapkan. Pasukan drone juga diterjunkan demi kelancaran acara.
Baca juga : RDF Plant Rorotan Berperan Penting Atasi Persoalan Sampah Di Jakarta
Selain itu, sebagian besar wilayah pusat Washington, meliputi sekitar 3 kilometer antara Gedung Putih dan Gedung Capitol, akan ditutup bagi lalu lintas kendaraan. Dengan titik masuk diblokir menggunakan pembatas beton, truk sampah, dan penghalang berat lainnya.
Demonstrasi Di Pelantikan Trump
Kepala Polisi Washington Pamela Smith, dalam jumpa menegaskan bahwa langkah-langkah keamanan ini bertujuan untuk mencegah segala bentuk kekerasan. Menurutnya, akan ada sekitar 25.000 orang diperkirakan akan ikut serta dalam unjuk rasa anti-Trump bertajuk “People’s March on DC” pada Sabtu (18/1/2025).
Sementara Senin (20/1/2025), massa pendukung Trump akan memadati Capital One Arena, Washington DC berkapasitas 20.000 kursi pada Minggu (19/1/2025).
“Kami tidak akan menoleransi tindakan kekerasan apa pun. Mereka yang melanggar hukum akan ditangkap dan bertanggung jawab atas tindakan mereka,” tegas Smith.
Sementara itu, personel Biro Investigasi Federal (FBI) David Sundberg menyatakan bahwa tidak ada ancaman spesifik yang terdeteksi terhadap pelantikan atau kompleks Capitol Hill. Namun, pihak FBI akan mendirikan dua pos komando untuk memastikan koordinasi pengamanan berjalan lancar.
Kepala Kepolisian Capitol AS (USCP) Tom Manger mengidentifikasi ancaman terbesar dari perorangan. Dia mencontohkan insiden saat pemakaman mantan Presiden Jimmy Carter, di mana dua individu berusaha menyebabkan gangguan, salah satunya membawa pisau dan parang.
Baca juga : Wamenkeu Pastikan Danantara Belum Mengudara Bulan Ini
Dengan persiapan matang dan langkah pengamanan ketat, pelantikan Trump diharapkan berjalan dengan aman dan tertib, mencerminkan pentingnya acara bersejarah ini.
Situasi Tansportasi Pelantikan Trump
Direktur Eksekutif Washington Metropolitan Area Transit Authority (WMATA) Jimmy Clarke menambahkan bahwa lebih dari 900 petugas keamanan berseragam akan memantau sistem transportasi umum selama pelantikan.
Layanan transportasi publik akan mulai beroperasi pada pukul 04.00 pagi waktu setempat, Senin (20/1/2025), untuk memastikan kelancaran mobilitas warga.
"Persiapan pengamanan pelantikan presiden 2025 merupakan kerja sama tim yang luar biasa," ujar Clarke dikutip Axios.
Pelantikan Trump akan berlangsung di tangga Gedung Capitol, menghadap Monumen Washington. Di situ, Trump akan secara resmi mengucapkan sumpah jabatan di hadapan anggota Kongres, Mahkamah Agung, jajaran pemerintahan barunya, serta puluhan ribu warga Negeri Paman Sam.
Lokasi itu adalah tempat yang sama ketika ribuan pendukung Trump memecahkan kaca, bentrok dengan polisi, dan membuat para legislator menyelamatkan diri, empat tahun lalu. Saat itu, massa dalam upaya membatalkan kekalahan Trump pada Pemilu 2020 dari Presiden Joe Biden dari Partai Demokrat pada saat Kongres akan mengesahkan kemenangan Biden pada 6 Januari 2021.
Baca juga : Menteri Maman Lantik Pejabat Pratama Dan Madya Hingga Launching Logo Di Tanah Abang
Pelantikan ini berlangsung setelah Trump telah terlibat dalam insiden keamanan selama kampanye kepresidenannya ketika masa jabatan pertamanya, termasuk ancaman dan upaya pembunuhan. Upaya pertama yang diketahui terjadi pada kampanye beberapa pekan sebelum Trump menjadi calon resmi Partai Republik dalam pemilihan presiden 2016.
Insiden yang paling signifikan adalah upaya pembunuhan Trump pada kampanye Pennsylvania selama pemilihan presiden 2024, yang mengakibatkan dua kematian (termasuk pelaku) dan cedera pada telinga Trump. Upaya pembunuhan lainnya terjadi pada September 2024 di Trump International Golf Club.
Selain itu, 14 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka ketika seorang veteran Angkatan Darat AS menabrakkan truk ke kerumunan perayaan malam Tahun Baru di New Orleans, Negara Bagian Louisiana. Di hari yang sama, seorang anggota aktif Angkatan Darat AS meledakkan Tesla Cybertruck di luar Hotel Trump di Las Vegas, Negara Bagian Nevada, yang menewaskan pelaku itu sendiri.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.