RM.id Rakyat Merdeka - Pesawat Air Busan jenis Airbus A321-200 tujuan Hong Kong dilaporkan terbakar di Bandara Internasional Gimhae, Busan, Korea Selatan (Korsel), Selasa (28/1/2025) pukul 22.26 waktu setempat.
Pesawat tersebut mengangkut 169 penumpang (22 di antaranya merupakan warga negara asing), enam kru, dan satu pekerja maintenance.
Sekadar info, musibah ini terjadi kurang lebih sebulan setelah kecelakaan pesawat Jeju Air, yang terbakar saat mendarat di Bandara Internasional Muan pada 29 Desember 2024.
Baca juga : Ada Bulu Dan Noda Darah Bebek Di Mesin Pesawat Jeju Air Yang Terbakar Di Korsel
“Ekor pesawat terbakar sesaat sebelum lepas landas,” ungkap otoritas pemadam kebakaran setempat, seperti dikutip Yonhap, Rabu (29/1/2025).
Petugas pemadam kebakaran dilaporkan tiba di lokasi kejadian pada pukul 22.34 malam. Pukul 23.31, api berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Meski tidak ada korban luka dalam laporan awal, petugas pemadam kebakaran mengungkap, tiga orang mengalami luka ringan dalam proses evakuasi menggunakan perosotan tiup.
Baca juga : Kehadiran Danantara Bisa Kerek Pertumbuhan Ekonomi
"Terdengar suara berderak dari rak bagasi di bagian belakang pesawat. Tak lama kemudian, asap mengepul," ungkap seorang penumpang, menceritakan kronologis kejadian.
Asap semakin tebal dan kepulan api makin menjadi, saat seorang pramugari berusaha memadamkannya dengan alat pemadam kebakaran.
Meski bermula di bagian ekor pesawat, api terhitung cepat menyebar ke badan pesawat.
Baca juga : Alcaraz Melenggang Ke Perempat Final
Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korsel telah membentuk tim untuk menyelidiki penyebab kebakaran Air Busan. Tujuh petugas dikerahkan ke lokasi kejadian, untuk mengusut tuntas musibah tersebut.
Menurut sistem informasi teknis penerbangan kementerian, pesawat Air Busan yang bernasib buruk itu telah beroperasi selama lebih dari 17 tahun. Aturan setempat mengharuskan pesawat berusia 20 tahun dimonitor ketat oleh kementerian.
Untuk diketahui, dalam belasan tahun terakhir, Air Busan tidak memiliki riwayat kecelakaan apa pun.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.