Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Proyek Infrastruktur Digarap Swasta, Pengusaha Berbinar-binar
Sabtu, 18 Januari 2025 08:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Para pengusaha menyambut gembira keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menyerahkan sebagian besar proyek infrastruktur kepada swasta.
Ketua Kamar Dagang dan Industri Daerah (Kadinda) Jakarta, Diana Dewi menyebut, langkah Presiden Prabowo ini, merupakan angin segar untuk para pengusaha. Khususnya pengusaha yang berkutat di bidang konstruksi dan sejenisnya.
"Kami menyambut baik janji Presiden Prabowo Subianto memberikan proyek infrastruktur kepada pengusaha swasta," kata Diana Dewi kepada Rakyat Merdeka, Jumat (17/1/2025).
Diana bilang, pihaknya akan mendorong pengusaha konstruksi di Jakarta untuk memastikan korporasinya tersertifikasi. Sehingga, Pemerintah semakin yakin menyerahkan proyek infrastruktur kepada pihak swasta.
"Saya yakin dan percaya, dengan kualitas perusahaan swasta yang mumpuni, maka proyek-proyek infrastruktur akan tertangani dengan lebih baik, lebih cepat, dan lebih profesional," ungkap Diana.
Baca juga : Gercep, Pemerintah Bakal Tingkatkan SOP Makanan
Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025, Pemerintah menetapkan anggaran infrastruktur sebesar Rp 400 triliun. Angka ini turun dibanding anggaran infrastruktur 2024 yang sebesar Rp 423 triliun. "Dana sebesar itu (Rp 400 triliun) akan sangat membantu pengusaha swasta bisa survive dan menggerakkan perekonomian secara luas," ujar Diana.
Kendati demikian, Diana berharap, adanya azas berkeadilan ketika Pemerintah melelang proyek infrastruktur. Tidak melulu diserahkan kepada perusahaan swasta tertentu.
"Catatan kami, pelaksanaan tender harus dilakukan secara transparan, sehingga tidak menjadi monopoli dari hanya satu atau dua perusahaan swasta saja. Tidak hanya tender, tapi proyek-proyek sistem penunjukan langsung pun harus terbuka," pinta CEO PT Suri Nusantara Jaya ini.
Lebih lanjut, dia meyakini, Presiden Prabowo akan menepati janjinya. Apalagi, latar belakang Presiden Prabowo adalah pengusaha. Sehingga Prabowo mafhum bagaimana membagi proyek infrastruktur itu, secara adil dan merata kepada pihak swasta, khususnya yang dikelola oleh anak-anak bangsa.
"Bila perlu dikolaborasi antara perusahaan plat merah (BUMN) dengan swasta dalam mengerjakan suatu proyek. Tidak hanya sebatas sub-kontraktor, tapi swasta bisa juga menjadi main kontraktor. Dengan kata lain, ke depan akan banyak proyek-proyek yang dikerjakan dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)," tutur dia.
Baca juga : Jurang Si Kaya Dan Si Miskin Kian Jomplang
Senada, Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) menyambut baik janji Prabowo. Sekjen GAPENSI, La Ode Safiul Akbar menyampaikan, sudah saatnya Pemerintah melibatkan kontraktor swasta dalam proyek-proyek infrastruktur penting untuk menggerakkan roda perekonomian.
Menurutnya, keberadaan kontraktor swasta dalam proyek Pemerintah bisa memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian. Bahkan, sektor konstruksi memiliki konstribusi signifikan pada pertumbuhan ekonomi, yakni sebesar 10,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional pada 2023.
La Ode berharap, dengan diimplementasikannya arahan Presiden Prabowo tersebut, kontraktor swasta dapat semakin meningkatkan kapasitas dan kompetensinya. Terlebih lagi mengurangi jurang finansial yang terlalu besar antara kontraktor swasta dan kontraktor BUMN Karya.
“Dengan adanya wacana ini, semoga menjadi penyemangat bagi kontraktor swasta untuk kembali bangkit dan berkontribusi signifikan terhadap ekonomi negeri,” bebernya.
Sebelumnya, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Anindya Bakrie menilai, janji yang dilontarkan Presiden Prabowo untuk sektor swasta membuat pengusaha lebih bersemangat. Anin menegaskan, KADIN siap mendukung program pembangunan rumah murah yang dicanangkan Pemerintah.
Baca juga : Arsenal Vs Aston Villa, Meriam London Incar Kursi Puncak
Untuk diketahui, saat menghadiri Rapat Konsolidasi Persatuan KADIN, Kamis (16/1/2025), Presiden Prabowo membantah kabar yang menyebutkan pemerintahannya menghentikan proyek-proyek infrastruktur. Justru, kata dia, Pemerintah ingin memberikan peran yang lebih besar kepada pihak swasta, untuk menjalankan proyek infrastruktur.
“Saya mengubah pelaksanaan sebagian besar proyek infrastruktur, dengan menyerahkannya ke pihak swasta,” tegas Prabowo.
Prabowo pun menyebut alasan mengapa dia menjatuhkan pilihan kepada pihak swasta untuk menjalankan beragam proyek infrastruktur. Menurutnya, swasta lebih efisien, lebih inovatif, dan lebih berpengalaman. "Saudara-saudara sekalian, jadi nanti jalan tol, pelabuhan, dan bandara saya serahkan ke swasta. Silakan bergerak semuanya,” kata Prabowo.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya