BREAKING NEWS
 

Jenazah WNI Ditembak Di Malaysia Dipulangkan, Menlu: Usut Menyeluruh!

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Jumat, 31 Januari 2025 11:53 WIB
Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono. (Foto Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id

RM.id  Rakyat Merdeka - Jenazah Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penembakan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) di Malaysia telah dipulangkan. Berkaitan dengan insiden penembakan lima WNI oleh APMM, Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu) Sugiono meminta kasus penembakan tersebut diusut secara menyeluruh.

Hal ini disampaikan Menlu Sugiono usai menghadiri pertemuan dengan delegasi Uni Emirat Arab (UEA) di kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (30/1/2025).

"Saya minta kemarin untuk diselidiki secara menyeluruh," kata Sugiono.

Pemulangan jenazah Almarhum Basri dari Malaysia difasilitasi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) pada Rabu (29/1/2025). Di Indonesia, pengantaran jenazah ke rumah duka difasilitasi Kementerian Pelindungan PMI (KP2MI).

Baca juga : 2 Stabil, 2 Kritis

Mendiang Basri dipulangkan ke rumah duka di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Jenazah tiba di Bandara Syarif Kasim II Pekanbaru dari Kuala Lumpur pada pukul 15.35 WIB dengan menggunakan penerbangan AK 429.

Kemudian, jenazah dibawa melalui jalan darat menuju Pelabuhan Dumai. Selanjutnya, menyeberang dengan kapal feri menuju Pulau Rupat. Jenazah diserahterimakan secara resmi dari Kemlu kepada pihak keluarga dan langsung dikebumikan di hari yang sama.

Adsense

Direktur Urusan Asia Tenggara Kemlu Mirza Nurhidayat meminta Pemerintah Malaysia serius mengusut kasus penembakan tersebut. Ia menyebut, kedua negara memiliki panduan untuk menindaklanjuti pergerakan orang di perbatasan. Sehingga, harusnya Malaysia tidak menggunakan kekuatan itu secara berlebihan.

"Dengan Malaysia, kita punya pedoman umum yang mengatur penanganan para nelayan tradisional yang saling melintas begitu ya, untuk tidak dilakukan misalnya mengecualikan segala macem. Jadi kita punya bilateral, dan saya rasa di tingkat regional juga ada kerja sama seperti itu," kata Mirza di Kantor Kemlu RI, Kamis.

Baca juga : Senayan Minta Malaysia Ungkap Fakta Sebenarnya

Sebelumnya, Kemlu membenarkan insiden penembakan yang menimpa 5 WNI oleh aparat Malaysia. Insiden itu terjadi pada pukul 03.00 waktu setempat pada 24 Januari 2025. APMM melakukan penembakan terhadap sebuah kapal di perairan Tanjung Rhu, Selangor.

Penembakan dilakukan setelah para penumpang kapal diduga melakukan perlawanan. Insiden ini menyebabkan satu WNI meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka.

Untuk 4 WNI yang mengalami luka-luka, KBRI Kuala Lumpur di Malaysia mendapatkan informasi bahwa mereka telah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Saat ini, kondisi mereka stabil.

Kemlu dan KBRI Kuala Lumpur akan terus memonitor kondisi empat orang WNI lainnya yang saat ini masih dalam proses perawatan," pernyataan Kemlu RI.

Baca juga : Pemerasan Wisatawan Malaysia Disorot Netizen Luar Negeri

Menanggapi kejadian ini, KBRI Kuala Lumpur segera mengambil langkah untuk memastikan perlindungan bagi para WNI yang terdampak. Pihak Indonesia mengirimkan nota diplomatik kepada pihak Malaysia untuk mendorong dilakukannya penyelidikan menyeluruh. Termasuk mengungkap kemungkinan adanya penggunaan kekuatan yang berlebihan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense