BREAKING NEWS
 

Wawancara Eksklusif Dengan Dubes Rusia Sergei Gennadievich Tolchenov

Kami Happy RI Masuk BRICS

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Senin, 3 Februari 2025 08:05 WIB
Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Indonesia Sergei Gennadievich Tolchenov. (Foto: Kharizal Anwar/RM)

 Sebelumnya 
Durasi pengajuan surat per­mohonan menjadi anggota penuh hingga pengumuman Indonesia menjadi anggota penuh BRICS cukup singkat. Bisa dijelaskan bagaimana prosesnya?

Betul, bahwa proses Indonesia dari pengajuan surat permohonan menjadi anggota penuh BRICS menuju pengumuman keanggotaan penuh sangat cepat. Hanya tiga bulan. Tapi, sebenarnya prosesnya tidak sesingkat itu kok.

Sebenarnya, Indonesia sempat menyampaikan keinginannya menjadi anggota penuh BRICS pada 2023. Saat itu, anggota BRICS tengah mengadakan per­temuan di Johannesburg, Afrika Selatan. Para anggota sudah mendapat kabar ini dan memba­has isu tersebut. Dan tidak ada yang menolak niatan Indonesia.

Baca juga : Resmi Ditutup, BRI UMKM EXPO(RT) 2025 Gaet Lebih Dari 63 Ribu Pengunjung Dan Realisasikan Business Matching Senilai USD 90,6 Juta

Sayangnya, tidak lama setelah pertemuan di Afrika Selatan, Presiden Joko Widodo memu­tuskan menunda permohonan pengajuan menjadi anggota BRICS. Sejak saat itu, anggota BRICS sudah berpikir bahwa Indonesia punya keinginan join dan hanya menunggu waktu untuk memberikan surat per­mohonan.

Kemudian, saat pertemuan BRICS selanjutnya di Kazan, Rusia, pada Oktober 2024, Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia yang baru, Pak Sugiono, membawa surat permohonan keanggotaan penuh kepada kami. Maka Rusia, sebagai Ketua BRICS saat itu, langsung mem­proses permohonan tanpa ma­salah. Karena seluruh anggota BRICS sudah menunggu per­mohonan dari Indonesia. Mereka pun menyetujui permohonan tersebut segera.

Jadi, cepatnya Indonesia jadi anggota BRICS bukan karena keinginan pribadi Rusia. Seluruh anggota BRICS melihat Indonesia sebagai kandidat kuat sebagai anggota. Jadi Indonesia itu seperti berada di tempat dan waktu yang tepat.

Baca juga : Bahlil Jamin Beringin Solid Jalankan Tugas

Apakah keberadaan BRICS untuk mengurangi pengaruh AS di kawasan Asia?

Betul sekali. Mungkin bukan hanya di Asia saja, tapi di du­nia. Karena keberadaan BRICS adalah untuk menjunjung ke­adilan, kesetaraan di dunia yang beragam. Kami ada agar semua negara, AS, Uni Eropa dan berbagai negara lainnya bekerja sama dengan setara dan menyuarakan pendapat dengan bebas.

Jika ada negara yang memiliki pendapat mengenai bagaimana mereka mengatasi masalah di kawasan mereka, maka negara lain harus menghormati itu. Tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah dalam kelompok ini. Itulah yang ingin kami capai.

Baca juga : Para Kepala Daerah Agar Tunaikan Janji Kampanye

Mungkin faktor itu menjadi pertimbangan Pemerintah Indonesia yang baru lang­sung mengajukan keanggotaan BRICS. Karena Rusia tak akan mendikte atau mengganggu kedaulatan negara lain….

Ya, kami sangat senang Pemerintah baru di bawah Presiden Prabowo sangat sigap dan me­mutuskan langsung menjadi anggota BRICS.

Adsense

Sebagai anggota BRICS, kami tidak pernah mengekang ang­gota kami untuk tidak ikut organisasi global lainnya. Seperti Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD), Trans Pacific, atau lainnya. Karena Rusia juga menjadi anggota organisasi lain di luar BRICS.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense