Dark/Light Mode

Bulu Tangkis Thailand Master 2025, Indonesia Gagal Panen Gelar

Senin, 3 Februari 2025 06:30 WIB
Lanny Tria Ma­yasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti. (Foto: PBSI)
Lanny Tria Ma­yasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti. (Foto: PBSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Peluang tim bulu tangkis Indonesia untuk panen gelar di ajang Thailand Master 2025 gagal. Dari empat wakil yang melolos ke final, hanya satu yang sukses membawa pulang gelar juara.

Satu gelar tersebut disumbangkan pasangan ganda putri, Lanny Tria Ma­yasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti, yang berhasil mengalahkan pasangan tuan rumah, Laksika Kanlaha/Phataimas Muenwong, dengan 15-21, 21-13, 21-8, di laga yang digelar di Nimibutr Stadium, Bangkok, kemarin.

Sedangkan, tiga wakil lainnya yaitu ganda campuran Dejan Ferdinandsyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti, ganda putra Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin dan tunggal putri Komang Ayu Cahya Dewi, harus puas di posisi runner-up, setelah dikalahkan lawan-lawannya.

Lanny Tria Mayasari mengaku senang bisa pulang membawa gelar di Thailand Master 2025. Menurutnya, gelar tersebut menjadi modal untuk tampil lebih baik di turnamen-turnamen ke depan. "Alhamdu­lillah bersyukur banget, senang banget bisa kembali juara super 300 dengan pasangan yang berbeda," kata Lanny, usai meraih medali.

Baca juga : Diselingkuhi Suami, Curhat Di Medsos

Ia mengatakan, pada game pertama dia dan rekannya terlalu mengikuti irama per­mainan lawan, sehingga harus menelan kekalahan. Namun, saat game kedua dan ketiga, pebulu tangkis itu memaksa untuk mempercepat permainan dan saling menyemangati satu sama lain. "Dari sana permainan kami membaik dan akhirnya bisa mengontrol permainan. Jadi gelar ini saya persembahkan untuk almarhum papa saya," ujar dia.

Siti Fadia Silva Ramadhanti me­nyatakan, kekalahan saat final ganda campuran sebelumnya, telah terbalaskan dengan kemenangan tersebut. "Hari ini full main enam game tetapi terbayarkan, terbalaskan karena bisa jadi juara di ganda putri, jadi saya sangat senang," kata dia.

Lebih lanjut dia menyatakan, setelah ini di turnamen perorangan, Fadia akan berpisah dengan Lanny dan kembali berpasangan dengan Apriyani Rahayu. "Tetapi kami di ganda putri akan tetap memberikan yang terbaik siapa pun pasangannya, kami selalu bertekad me­nyumbang prestasi untuk ganda putri Indonesia," ujar dia.

Sedangkan, nasib kurang beruntung harus dialami ganda putra Indonesia, Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Mar­thin dengan terpaksa kalah dari pasangan Korea Selatan (Korsel), Jin Yong/Seo Seung-jae 18-21, 17-21 dalam laga final ganda putra Thailand Masters 2025.

Baca juga : Bantah Elpiji 3 Kg Langka, Bahlil: Pengelolaan Sedang Ditata

Shohibul Fikri mengatakan, meski kalah dan tidak menyabet gelar juara, hasil tersebut cukup bagus untuk modal bertanding dalam turnamen berikutnya. "Alhamdulillah mengucap syukur bisa menyelesaikan turnamen dengan hasil yang lumayan baik," kata Fikri.

Lebih lanjut Fikri mengatakan, lawan­nya tampil lebih bagus dibandingkan pertemuan pada pekan lalu. "Hari ini dibandingkan pertemuan pekan lalu, mereka lebih rapi dan lebih konsisten pola menyerangnya. Kami kalah di pukulan satu-dua," ujar dia.

Fikri mengakui, masih banyak yang harus diperbaiki terutama terkait fokus ber­main, ketenangan, dan pukulan satu-dua. Dia dan rekannya, akan menjadikan laga tersebut sebagai pembelajaran ke depan.

"Ini menjadi pembelajaran buat kami, mau turun di level berapa pun, mau ren­dah, menengah atau tinggi, kami tetap harus fokus, sehingga kami harus rebut gelar dimana pun kami diturunkan," tambahnya.

Baca juga : Anggaran Dipotong, Para Menteri Tidak Berani Protes

Kekalahan juga dialami ganda cam­puran, Dejan Ferdinandsyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Keduanya dikalahkan pasangan tuan rumah Dechapol Puavara­nukroh/Supissara Paewsampran 21-18, 17-21, 13-21.

Dejan mengatakan, hasil menjadi run­ner-up terbilang cukup bagus, walaupun belum bisa meraih gelar untuk Indonesia. "Dari permainan masih ada yang harus ditingkatkan, dari komunikasi dan sedikit pola permainan, kecil memang tetapi pen­ting di lapangan, namun di luar itu, kami sudah lebih improve dari dua turnamen sebelumnya," katanya.

Di sektor tunggal putri, Komang Ayu Cahya Dewi harus mengakui ketanggu­han lawannya dari Thailand, Pornpawee Chochuwong, dengan skor 21-18, 16-21, dan 13-21. Partai final tunggal putri Thai­land Masters 2025 tersebut berlangsung dalam waktu 1 jam dan 13 menit Stadion di Nimibutr.

Sebelumnya, Komang Ayu Cahya Dewi melaju ke final Thailand Masters setelah mengalahkan andalan tuan rumah Thamonwan Nithiittikrai. [JON]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.