BREAKING NEWS
 

Terkait Rencana Kerja Sama Energi Nuklir, Rusia Siap Dampingi Indonesia Hingga Mahir

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : KARTIKA SARI
Senin, 3 Februari 2025 09:18 WIB
Dubes Rusia untuk Indonesia Sergei Gennadievich saat menerima tim Rakyat Merdeka di kediamannya, Kamis (30/1/2025). (Foto: Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Indonesia Sergei Gennadievich Tolchenov menyatakan bahwa Rusia siap bekerja sama dengan Indonesia dalam hal penggunaan nuklir secara damai sebagai sumber energi di Indonesia.

“Kita tinggal menunggu pihak Indonesia untuk menentukan apa yang mereka cari dan bagaimana kita dapat melanjutkan kerja sama bilateral ini,” terang Dubes Tolchenov saat menerima tim Rakyat Merdeka di kediamannya, Kamis (30/1/2025).

Dubes Tolchenov menyebutkan bahwa pembicaraan kerja sama penggunaan nuklir sebagai sumber energi antara Indonesia dan Rusia sudah berlangsung cukup lama.

Menurut diplomat yang hobi olahraga tenis itu, pembicaraan kerja sama energi tersebut bahkan sudah dibicarakan sejak dia bertugas di Indonesia 16 tahun yang lalu.

“Bahkan pada saat itu, para menteri dan lembaga terkait di Indonesia sangat antusias untuk membahas masalah pendirian sesuatu yang kami sebut sebagai Reaktor Modular Kecil,” ujar Dubes Tolchenov.

Baca juga : AS Vs China Kembali Perang Dagang, Indonesia Kena Getahnya?

Pihaknya pun akan selalu siap sedia mendampingi Indonesia dalam mempersiapkan diri menggunakan pembangkit listrik tenaga nuklir.

Dubes yang baru tujuh bulan bertugas kembali di Indonesia ini mengatakan, sejauh ini perkembangan kerja sama pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir baru sampai di tahap diskusi untuk menjadikan ini kerja sama konkret.

“Tahun ini ada perkembangan baru. Kami tidak sabar untuk menindaklanjutinya,” ujarnya.

Tahun lalu, sebut Dubes Tolchenov, pemerintah Indonesia mengeluarkan Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) 2024-2060. Untuk per tama kalinya, pemerintah Indo nesia memasukkan energi nuklir sebagai salah satu sumber energi baru yang dapat digunakan un tuk pembangkitan listrik.

“Saya dengar rencananya, pada 2040, tujuh persen sumber listrik Indonesia berasal dari pembangkit listrik tenaga nuklir. Disebutkan juga pembangkit nuklir pertama di Indonesia ren cananya akan dibangun di Kalimantan Barat,” paparnya.

Baca juga : Pengamat Kebijakan Energi: Harusnya Bisa Kurangi Beban Subsidi Elpiji 3 Kg

Ini baru langkah awal. Berdasarkan aturan yang diberikan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), sambungnya, setiap negara yang ingin menggunakan tenaga nuklir untuk keperluan damai harus memiliki badan nuklir sebagai pengawas. Nama badan ini adalah Nuclear Energy Program Implementation Orga nization Nepio (NEPIO).

“Jika badan ini sudah resmi dibentuk, maka dialog mengenai membangun pembangkit listrik tenaga nuklir dengan Rusia akan siap dilaksanakan kapan saja,” jaminnya.

Dubes Tolchenov mengatakan, perusahaan negara Rusia yang bergerak di bidang energi nuklir, Rosatom, sudah berkunjung ke Indonesia dan mengadakan sejumlah seminar mengenai tenaga nuklir.

“Kami akan tetap melakukan seminar dan penyuluhan mengenai keuntungan energi nuklir dan kelebihannya untuk alam dan masyarakat,” paparnya.

Dia menegaskan, keahlian Rosatom tidak perlu dipertanyakan lagi. Di luar Rusia, Rosatom sudah membangun 24 unit rektor nuklir.

Baca juga : Guru Besar IPB Soroti Rencana Impor Daging Dari India, Singgung Soal PMK

Di Turki ada satu reaktor yang akan segera diresmikan dalam waktu dekat. Bangladesh, Mesir, China, dan India tengah membangun sejumlah reaktor. Bahkan di Eropa, Hungaria memperca yakan Rusia untuk membangun reaktor nuklir untuk memasok sumber energi listrik mereka.

Adsense

“Di Asia Tenggara, kami sudah melakukan penyuluhan mengenai keuntungan energi nuklir. Kami harap Indonesia mau menjadi yang pertama membangunnya,” harap dubes yang hobi bermain sepak bola ini.

Meski pihak Moskow men dapat kabar bahwa Indonesia juga mendapat tawaran kerja sama serupa dari Kanada, Jepang, dan Korea Selatan, Rusia tetap yakin Indonesia tidak akan berpaling.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense