BREAKING NEWS
 

Minta Pegawai Bidang Nuklir Ngantor Lagi, Washington Kalang Kabut

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Senin, 17 Februari 2025 04:05 WIB
Gedung National Nuclear Security Administration, Departemen Energi Amerika Serikat. (Foto Getty Images)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemecatan pegawai federal Amerika Serikat (AS) secara besarbesaran dilakukan tanpa perencanaan matang. Kini, Pemerintahan Donald Trump kalang kabut menghubungi lagi pegawai di bidang nuklir yang telah dipecat, Kamis (13/2/2025).

Setelah pemecatan tersebut, pegawai yang mengurusi bagian pemeriksaan dan pengawasan nuklir di National Nuclear Security Administration (NNSA) otomatis sudah tidak ada lagi. Mereka termasuk staf yang ditempatkan di fasilitas pengawasan pembuatan dan persediaan senjata.

Situasi ini telah memicu kepanikan di kalangan pejabat Paman Sam. Mereka pun tengah mencari nomor kontak sekitar 400 pakar nuklir yang sudah dipecat.

Baca juga : Ngantor 3 Hari, WFA 2 Hari

Sumber CNN mengatakan, staf Departemen Efisiensi Pemerintah (Department of Government Efficiency/DOGE) pimpinan Elon Musk, tampaknya tidak menyadari bahwa NNSA mengawasi persediaan senjata nuklir AS dan ratusan karyawannya sudah dipecat. Pemecatan itu bagian dari langkah efisiensi yang dilakukan DOGE.

“Kongres panik karena DOGE tidak benar-benar menyadari NNSA mengawasi persediaan nuklir,” ujar sumber Pemerintah AS kepada CNN, Sabtu (15/2/2025).

Sebuah e-mail yang diperoleh NBC, dikutip Minggu (16/2/2025), menyebutkan surat-surat pembatalan pemecatan beberapa karyawan NNSA sudah dikirim melalui email. Para pegawai diminta menghubungi kantor.

Baca juga : Pram Mulai Latihan Ngantor di Balai Kota

“Sayangnya, kami tidak memiliki cara yang baik untuk menghubungi kembali para personel tersebut,” bunyi email sumber DOGE kepada NBC.

Bagi AS, pemeliharaan senjata nuklir dan pencegahan serangan nuklir adalah kunci keamanan nasional dan penjaga stabilitas negara adidaya tersebut.

Adsense

“Jika ada lubang sekecil apa pun yang muncul, bahkan dalam pemeliharaan alat pencegah itu, tentu akan sangat menakutkan bagi masyarakat,” ujar sumber Pemerintah AS.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense