Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kemenhub Kandangin Bus Nggak Laik Operasi Saat Nataru
Kamis, 12 Desember 2024 21:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menindak tegas bus-bus yang tidak laik jalan beroperasi saat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Plt. Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Ahmad Yani mengatakan, akan ada tanda khusus yang disematkan kepada bus yang tidak laik jalan.
Bus-bus tersebut dipastikam tidak lolos rampcheck yang dilakukan oleh Kemenhub. Menurut Yani, bus yang tak lolos tadi akan diberikan tanda berupa stiker berwarna merah dengan tanda silang.
"Kalau ada tanda itu, bus tersebut tak boleh beroperasi selama Nataru," kata Yani di Kantor Kemenhub, Jakarta, Kamis (12/12/2024).
Baca juga : Kemahalan, Napoli Nggak Mampu Tarik Jakub Kiwior Dari Arsenal
Yani menegaskan, kalau masih ada bus yang nakal dan tetap dioperasikan akan ada ancaman tilang.
"Kita tilang, kita kandangin. Tidak boleh lagi lewat-lewat demi keselamatan," tegas Yani.
Berdasarkan data Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, terdapat 32.130 bus yang laik beroperasi. Terdiri dari 14.044 bus AKAP, 16.266 Bus Pariwisata, dan 1.820 bus AJAP.
Sementara pada aspek keselamatan Kemenhub juga akan memantau arus penumpang di 113 terminal.
Baca juga : Peran Timwas Intelijen Penting, Tapi Harus Jaga Rahasia Negara
Terdiri dari 80 terminal pada jalan arteri dan 33 terminal pada akses keluar masuk jalan tol.
Adapun, Kemenhub memperkirakan puncak arus mudik perjalanan darat saat libur Nataru berlangsung sebanyak dua kali.
Yani menjelaskan, puncak arus mudik pertama terjadi pada 24-25 Desember, kemudian puncak arus mudik kedua terjadi pada 30-31 Desember 2024.
Kemudian, arus balik libur Nataru akan terjadi pada 1-2 Januari 2025. Yani memastikan, selama puncak mudik dan balik, Pemerintah akan melakukan monitoring di jalan raya.
Baca juga : Kemenko PMK Ajak Generasi Muda Tingkatkan Literasi Antikorupsi
"Ini untuk menjaga dan mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan," tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya