BREAKING NEWS
 

Rencana AS Stop Perang, Makin Runyam

Trump Tuding Zelensky Diktator, Eropa Meradang

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Jumat, 21 Februari 2025 04:30 WIB
Presiden AS Donald Trump (kanan) bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Trump Tower pada 27 September 2024. (Foto Julia Demaree Nikhinson/AP Photo)

 Sebelumnya 
Belum jelas kapan rencana pertemuan Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin akan digelar. Pertemuan kedua pemimpin itu rencananya bakal diselenggarakan di Riyadh, Arab Saudi.

“Biden tidak pernah mencoba. Eropa telah gagal membawa perdamaian. Zelensky mungkin ingin terus menjalankannya (perang berlanjut,red). Saya tidak tahu apa masalahnya,” imbuhnya.

Sontak, pernyataan Trump membuat sekutunya di Eropa marah. Beberapa pemimpin Eropa merasa komentar itu merugikan proses perdamaian.

Baca juga : Andra Soni Gelar Makan Siang Gratis Di Kantor Gerindra Banten

Kanselir Jerman Olaf Scholz, misalnya, menanggapi dengan tegas tuduhan Trump di surat kabar Spiegel, tak lama setelah unggahan orang nomor satu AS itu.

“Volodymyr Zelensky adalah kepala negara terpilih Ukraina. Fakta bahwa Pemilu yang layak tidak dapat diselenggarakan di tengah perang, sejalan dengan persyaratan konstitusi Ukraina dan Undang-Undang Pemilu. Tidak seorang pun boleh mengklaim sebaliknya,” belanya.

Eropa juga khawatir pendekatan Trump untuk mengakhiri konflik Rusia-Ukraina, dapat menguntungkan Moskow. Sebab, Eropa dan Ukraina tidak dilibatkan di dalam rencana perundingan AS dan Rusia di Arab Saudi.

Baca juga : Soal Rencana Akhiri Perang, Ukraina Sambut Baik Pesan Kuat Trump Untuk Putin

Dalam unggahan di media sosialnya, Selasa (18/2/3025), Zelensky menegaskan kembali posisinya. Dia menegaskan, Putin tidak dapat dipercaya. Dia juga mendesak Eropa dan AS bekerja sama guna mencari resolusi perang.

“Kita tidak boleh membiarkan Putin menipu semua orang lagi,” tulis Zelensky.

Menurutnya, sebelum negosiasi potensial apa pun, semua mitra harus memahami dengan jelas bahwa jaminan keamanan yang kuat adalah prioritas untuk perdamaian abadi.

Baca juga : Kebakaran Hutan Makin Ganas, Los Angeles seperti Neraka

Postingan Trump terhadap Zelensky bukanlah serangan yang pertama. CNN memberitakan, selama bertahun-tahun, Trump memandang Zelensky dengan skeptis dan mempertanyakan keputusannya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense