RM.id Rakyat Merdeka - Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memulai Pertemuan High-Level Segment sesi ke-58 di Jenewa, Swiss, Senin (24/2/2025). Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menegaskan komitmen Indonesia berperan aktif dalam upaya kemajuan dan perlindungan HAM global.
Pertemuan Dewan HAM PBB berlangsung di tengah konflik yang berkecamuk di beberapa belahan dunia. Konflik di Ukraina, Palestina serta Suriah mendominasi diskusi. Sugiono mengatakan, Indonesia akan tetap teguh memajukan amanat konstitusinya, yakni menciptakan tatanan dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Baca juga : Fraksi PKS Minta Uni Eropa Gunakan Powernya Dukung Palestina Merdeka
“Setiap negara harus menempatkan HAM sebagai jantung kebijakan nasionalnya,” kata Sugiono dalam pernyataannya melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Selasa (25/2/2025).
Menurutnya, Dewan HAM PBB harus kembali pada mandatnya, yaitu melindungi HAM. Dia berharap, Dewan HAM tidak menjadi alat politik dalam hubungan antar-negara. Kerja sama HAM harus didasarkan pada komitmen yang tulus dan kemitraan yang setara.
Baca juga : Bertemu Pangeran Khaled, Megawati Bahas Isu Palestina & Kerja Sama BRIN
“Tidak ada satu negara pun yang memiliki otoritas moral untuk menghakimi negara lain,” ujarnya.
Mengenai Palestina, dia menegaskan, Indonesia tidak akan diam menghadapi pendudukan Israel. Sugiono pun menyinggung negara-negara yang memiliki standar ganda dalam merespons konflik di wilayah itu.
Baca juga : Politisi Golkar Di Senayan Jempolin Program Cek Kesehatan Gratis
Menurutnya, Indonesia akan berdiri tegak untuk keadilan. Artinya, berdiri tegak untuk menentang ketidakadilan global.
“Indonesia menyerukan, khususnya kepada mereka yang mengaku menjunjung tinggi HAM, segera menghentikan genosida dan perang di Palestina. Hentikan penerapan double standard dalam penegakan HAM,” tegas Sugiono.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.