BREAKING NEWS
 

Tak Ciut Diancam Bakal Diserang AS

Iran Tolak Ajakan Trump Berunding Bahas Nuklir

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Senin, 10 Maret 2025 03:45 WIB
President Donald Trump di Washington, 3 Maret 2025 dan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, 17 Februari 2025. (Foto Reuters/AFP via Getty Images)

RM.id  Rakyat Merdeka - Iran tak ciut dengan ancaman serangan militer Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump agar bersedia melakukan perundingan nuklir. Pemimpin Tertinggi Negeri itu, Ayatollah Ali Khamenei dengan tegas menolak ajakan itu.

Trump ingin merundingkan kesepakatan nuklir dengan Iran dan mengaku telah mengirim surat kepada pemimpin negara tersebut.

Dilansir ABCNews, Minggu (9/3/2025), dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Jumat lalu, Trump mengatakan, ada dua cara untuk menangani Iran. Secara militer atau membuat kesepakatan untuk mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir.

Baca juga : Tiba Di Istana, Erdogan Disambut Pelajar Dan Pasukan Berkuda

“Saya lebih memilih membuat kesepakatan,” kata Trump kepada host Fox News Maria Bartiromo.

“Saya tidak yakin semua orang setuju dengan saya, tetapi kita dapat membuat kesepakatan yang sama baiknya seperti jika Anda menang secara militer,” kata Trump.

“Tetapi waktunya telah tiba. Saya telah menulis surat kepada mereka, yang mengatakan saya berharap akan bernegosiasi karena jika kita masuk secara militer, itu akan menjadi hal yang mengerikan bagi mereka,” imbuh Trump.

Baca juga : Meski Diancam Trump, Raja Yordania Tegas Tolak Rencana Relokasi Warga Gaza

Menanggapi surat Trump, Khamenei mengesampingkan kemungkinan negosiasi dengan AS, dalam pidato publik pertamanya.

“Desakan beberapa Pemerintah yang suka mengintimidasi dalam negosiasi tidak ditujukan untuk menyelesaikan masalah. Tetapi lebih pada menegaskan dominasi dan memaksakan tuntutan mereka,” kata Khamenei dalam sebuah pertemuan dengan pejabat Iran di Teheran, Sabtu (8/3/2025).

“Republik Islam Iran tentu saja tidak akan menerima tuntutan mereka,” tegasnya, dilansir media online Iran, Iran International.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense