Sebelumnya
Duterte yang telah diterbangkan dari Filipina ke lokasi markas ICC di Belanda, Senin malam (11/3/2025), tiba di Den Haag, Belanda, Rabu (12/3/2025) pukul 4:56 petang. Mantan Wali Kota Davao itu langsung dibawa ke pusat detensi ICC di Scheveningen, pinggiran Den Haag, Belanda.
Selama perjalanan Duterte dari bandara menuju pusat detensi, puluhan pendukungnya terlihat mengibarkan spanduk dan meneriakkan “pulangkan dia” sambil melambaikan bendera Filipina.
Pusat detensi, yang terletak di dekat dengan pantai Laut Utara, memberikan setiap tahanan fasilitas komputer untuk mengurus dokumen pembelaan kasus mereka.
Fasilitas umum di Scheveningen ini juga memiliki tempat gym dan area luar ruangan untuk tahanan bersantai. Duterte akan menginap di pusat detensi selama proses hukum di ICC berjalan.
Baca juga : Perkuat Sinergi Pengurus Pusat Daerah, IKPI Gelar Rakornas Konsultan Pajak
Salah satu pengacara keluarga korban kebijakan anti narkoba Duterte, Gilbert Andres, mengatakan, kliennya senang melihat Duterte menjalani hukuman.
“Penangkapan Rodrigo Duterte merupakan sinyal yang bagus untuk keadilan pidana internasional. Itu berarti tidak ada seorang pun yang kebal hukum,” ujar Andres dikutip Strait Times, Kamis (13/3/2025).
Emily Soriano, salah satu keluarga korban, berharap Duterte diadili sesuai kejahatannya. “Duterte masih beruntung. Dia bisa tidur nyaman di sel. Sementara putra saya sudah membusuk di dalam tanah,” ujar Emily Soriano saat diwawancarai media lokal, Selasa (11/3/2025).
Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Volker Turk menggambarkan penangkapan tersebut sebagai langkah yang sangat penting menuju pencarian pertanggungjawaban atas ribuan korban pembunuhan.
Baca juga : RI Resmi Jadi Anggota Penuh BRICS, Apa Tantangan Dan Manfaatnya
Menurut catatan lembaga pemantau hak asasi manusia, ribuan orang dieksekusi tanpa melalui proses pengadilan. Selain itu, mereka mencatat sekitar 12.000 hingga 30.000 tewas imbas operasi antinarkoba.
Namun, data Pemerintah Filipina mencatat, sekitar 6.000 orang meninggal dalam operasi negara melawan narkoba.
Takut Diracun
Wakil Presiden Filipina Sara Duterte sudah terbang ke Belanda untuk menyusul ayahnya. Dia dikabarkan akan mendampingi proses hukum Duterte selama di ICC.
Selagi proses hukum berjalan, Sara berpesan pada ayahnya tidak menerima tawaran makan atau minum dari siapapun selama di Belanda. Sara khawatir ayahnya diracun saat berada di Belanda.
Baca juga : Puisi Esai Miliki Potensi Besar Diadaptasi Ke Teater Dan Film
Pernyataan resmi Kantor Wakil Presiden Filipina (Office of the Vice President/OVP) menyebut, Sara berangkat Rabu (12/3/2025), sekitar pukul 07.40 waktu setempat. Sara menggunakan penerbangan Emirates bernomor EK 337 dengan tujuan Amsterdam.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.