Sebelumnya
Dubes yang pernah ngepos di Afrika Selatan ini bingung, kenapa negara besar mau saja percaya dengan ucapan Israel dan memberikan dana untuk kekuatan militernya.
“Tujuan utama Israel adalah memusnahkan Palestina. Negara besar yang katanya mendukungnhak asasi manusia malah mendukung genosida ini,” kritiknya.
Soal dialog damai, Dubes Boroujerdi mengaku pesimistis. “Karena mereka sudah biasa berbohong. Jadi, rekonsiliasi tidaklah penting bagi zionis. Di mata mereka hanya menggempur dan mencari korban warga sipil,” tegasnya.
Baca juga : Kepala Badan Karantina Indonesia Pantau Arus Mudik Di Pelabuhan Bakauheni
Dia menegaskan, Iran akan terus mendukung dan berdiri tegap di belakang rakyat Palestina. Menurutnya, solusinya adalah referendum, apapun yang keluardari kotak suara adalah yang didukung, meski risikonya Iran selalu dituduh mendorong peperangan.
Dubes Boroujerdi menegaskan, Palestina perlu didukung untuk akses pendidikan, kesehatan, masa depan dan menentukan nasib sendiri. Selain itu, dia juga menyoroti perbedaan perlakuan yang dialami mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Mahkamah Pidana Internasional atau International Criminal Court (ICC) mengeluarkan surat penangkapan untuk Duterte dan Netanyahu. Sayangnya, ujar Dubes Boroujerdi, hanya Dutertebyang diburu dan ditangkap.
Baca juga : Dubes Iran Mohammad Boroujerdi Rayakan Nuzulul Quran, Datangkan Dua Qori
“Sudah pasti karena Palestina tidak dianggap dan Israel didukung negara adi daya,” sambungnya.
Meski bukan didukung negeri super power, lanjutnya, Palestina masih punya dukungan negara-negara Islam dan masyarakat dunia yang mengerti HAM.
“Indonesia dan Iran merupakan sedikit dari sekian banyak pendukung Palestina. Semoga suara bersama ini dapat memberi kemerdekaan untuk saudara kita di Palestina,” harapnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.