BREAKING NEWS
 

Amerika Pecat 10 Ribu Pegawai Depkes, Ini Janji Menteri Kennedy

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Jumat, 28 Maret 2025 15:46 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Menteri Kesehatan AS Robert F Kennedy Jr. (Foto RM.id/Depkes AS)

RM.id  Rakyat Merdeka - Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) Amerika Serikat mengumumkan, Kamis (27/3/2025), akan memangkas sekitar 10.000 pegawai penuh waktu sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran.

Langkah ini dipimpin Menteri Kesehatan Robert F Kennedy Jr., dengan tujuan mengurangi birokrasi dan mengarahkan kembali fokus departemen pada misi utamanya, seperti menangani penyakit kronis dan meningkatkan efisiensi operasional.

Pemangkasan ini akan berdampak pada berbagai lembaga di bawah HHS, termasuk CDC (Centers for Disease Control and Prevention) yang akan kehilangan 2.400 pegawai, FDA (Food and Drug Administration) dengan pengurangan 3.500 pegawai, serta NIH (National Institutes of Health) yang akan memangkas 1.200 pegawai. Selain itu, beberapa kantor regional juga akan ditutup untuk menyederhanakan struktur organisasi.

Pemecatan 10.000 orang ini menyusul 10.000 pegawai yang menerima tawaran mundur secara  pada awal Februari lalu. Sehingga jumlah pegawai Depkes yang awalnya 82 ribu orang, kini menjadi 62.000 orang.

Baca juga : Siapkan 30 Ribu Rumah Nakes, Menteri PKP Rajin Tebar Rumah Subsidi

Selain itu, 5.200 pegawai di masa percobaan, yang bekerja di bawah satu tahun, sudah diberhentikan pada akhir Februari. Dilansir CNN, Sebagian besar yang diberhentikan, berdasarkan sedang menjalani cuti administratif.

Prioritas Depkes AS

Depkes AS menyatakan, pemangkasan pekerja akan menghemat uang pembayar pajak sebesar 1,8 miliar dolar AS per tahun. Pasalnya ada upaya perampingan divisi yang awalnya ada 28 menjadi 15 divisi. 

Prioritas baru HHS adalah mengakhiri epidemi penyakit kronis di Amerika dengan berfokus pada makanan yang aman dan sehat, air bersih, dan penghapusan racun lingkungan.

Adsense

"Kami tidak hanya memangkas jalur birokrasi. Kami menyelaraskan kembali organisasi dengan misi inti dan prioritas akan dikembalikan ke penyakit kronis," keterangan Robert F. Kennedy Jr. 

Baca juga : DPP Bapera Akan Santuni 20 Ribu Yatim Di Jakarta

Kennedy Jr menambahkan, pihaknya akan memastikan bahwa Medicare, Medicaid, dan layanan kesehatan penting lainnya akan tetap berfungsi seperti normal.

"Seiring berjalannya waktu, birokrasi menjadi boros dan tidak efisien bahkan ketika sebagian besar stafnya adalah pegawai negeri sipil yang berdedikasi dan kompeten," sambung Kennedy Jr. 

Langkah pemangkasan ini menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk pakar kesehatan masyarakat dan politisi. Mereka khawatir bahwa pengurangan ini dapat memengaruhi layanan kesehatan penting, terutama di tengah tantangan kesehatan global..

“Pengurangan dan peningkatan efisiensi pemerintah memang diperlukan, pertanyaannya adalah apa konsekuensinya?” ujar Presiden dan CEO de Beaumont Foundation Brian Castrucci.

Baca juga : Komisi II Minta BUMD Jadi Penyokong Fiskal Daerah

Dia menyayangkan Pemerintah terlalu cepat melakukan perampingan tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjangnya pada layanan kesehatan warga Paman Sam.

"Memotong anggaran rumah tangga mungkin merupakan ide yang bagus, tetapi tidak jika itu berarti anak-anak anda kelaparan," tandasnya.

Sementara itu, dalam sebuah video yang diunggah di X pada Kamis (27/3/2025), Kennedy Jr mengakui bahwa ini akan menjadi periode yang menyakitkan bagi sejumlah lembaga kesehatan. Namun, dia berjanji bahwa mereka akan lebih efisien, berbuat lebih fokus pada misi.

"Tidak ada warga Amerika yang diabaikan. Saya ingin setiap pegawai Depkes bangun setiap pagi dan bertanya pada diri sendiri, apa yang dapat saya lakukan untuk memulihkan kesehatan Amerika hari ini," pungkasnya.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense