RM.id Rakyat Merdeka - Serangan Israel kembali di Gaza telah menewaskan sedikitnya 322 anak dan melukai 609 anak di wilayah Palestina tersebut dalam 10 hari terakhir. Demikian pernyataan United Nations Children's Fund (UNICEF), Senin (31/3/2025), seperti dikutip Arab News.
"Angka tersebut termasuk anak-anak yang dilaporkan tewas atau terluka ketika departemen bedah Rumah Sakit Al Nasser, di Gaza selatan, terkena serangan pada 23 Maret lalu," pernyataan badan anak-anak PBB itu.
UNICEF mengatakan, sebagian besar anak-anak ini mengungsi, dan berlindung di tenda-tenda darurat atau rumah-rumah yang rusak.
Baca juga : Hari Pertama Idul Fitri, 22 Tewas Dalam Serangan Israel Di Gaza
Mengakhiri gencatan senjata selama hampir dua bulan dalam perang dengan Hamas, Israel melanjutkan pengeboman di Gaza pada 18 Maret lalu dan kemudian melancarkan serangan darat baru.
“Gencatan senjata di Gaza sangat dibutuhkan bagi anak-anak Palestina untuk jalan menuju pemulihan. Tetapi anak-anak kembali terjerumus dalam kekerasan dan kekurangan yang mematika,” kata Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell.
Russell menambahkan, semua pihak harus mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum humaniter internasional untuk melindungi anak-anak.
Baca juga : Mengalah Kunci Keluarga Harmonis
Pernyataan UNICEF mengatakan bahwa setelah hampir 18 bulan perang, lebih dari 15.000 anak dilaporkan tewas, lebih dari 34.000 dilaporkan terluka, dan hampir satu juta anak telah mengungsi berulang kali dan ditolak layanan dasar.
UNICEF menyerukan diakhirinya genosida dan agar Israel mengakhiri larangannya terhadap bantuan kemanusiaan memasuki Gaza, yang telah berlaku sejak 2 Maret.
UNICEF juga mengatakan anak-anak yang sakit atau terluka harus dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.
Baca juga : Prabowo Telepon Amran 3x Sehari
“Makanan, air bersih, tempat berteduh, dan perawatan medis menjadi semakin langka. Tanpa pasokan penting ini, kekurangan gizi, penyakit, dan kondisi lain yang dapat dicegah kemungkinan akan meningkat, yang menyebabkan peningkatan kematian anak yang dapat dicegah,” kata UNICEF.
“Dunia tidak boleh berdiam diri dan membiarkan pembunuhan dan penderitaan anak-anak terus berlanjut," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.