Dark/Light Mode

Hari Pertama Idul Fitri, 22 Tewas Dalam Serangan Israel Di Gaza

Minggu, 30 Maret 2025 20:58 WIB
Orang-orang membawa jenazah warga Palestina yang terbunuh akibat serangan Israel terhadap tenda-tenda di zona kemanusiaan al-Mawasi, Gaza, pada hari pertama Idul Fitri, Minggu (30/3/2025). (Foto Abed Rahim Khatib/Anadolu)
Orang-orang membawa jenazah warga Palestina yang terbunuh akibat serangan Israel terhadap tenda-tenda di zona kemanusiaan al-Mawasi, Gaza, pada hari pertama Idul Fitri, Minggu (30/3/2025). (Foto Abed Rahim Khatib/Anadolu)

RM.id  Rakyat Merdeka - Situasi di Gaza sangat tragis dan memilukan. Pasukan Israel memborbardir Gaza pada hari pertama Idul Fitri, menewaskan sedikitnya 22 orang, termasuk anak-anak dan perempuan, Minggu (30/3/2025). Yang bikin sedih, korban tewas juga ada di kamp pengungsi di zona kemanusiaan al-Mawasi, Minggu (30/3/2025).

Zona kemanusiaan itu lebih kecil dari Bandara Heathrow London, disarankan Israel sebagai kawasan evakuasi bagi sekitar juta penduduk sipil. Al-Mawasi hanya sedikit bangunan dan sebagian besar terdiri dari bukit pasir dan lahan pertanian.

Zona yang ditetapkan sebagai aman oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF), hanya seluas 8,5 km persegi (3,3 mil persegi). Namun kenyataannya, pengungsi di zona keamanan di Al-Mawasi tak luput dari sasaran Israel.

Perayaan Hari Raya ini seharusnya menjadi acara yang menggembirakan, saat keluarga berkumpul untuk pesta dan membeli pakaian baru untuk anak-anak, tetapi saat ini mereka hanya berusaha untuk bertahan hidup. Bahkan untuk salat Id pun mereka bertaruh nyawa, karena serangan Israel terus berlangsung.

Anak-anak ini bersama orang tuanya, pamannya dan bibinya meninggal di tenda mereka di kamp pengungsi, Khan Younis, Gaza, dalam serangan Israel, Minggu (30/3/2025). (Foto Abdel Kareem Hana/AP)

Baca juga : Idul Fitri, KPK Fasilitasi Tahanan Shalat Id dan Bertemu Keluarga

"Ini adalah Idul Fitri yang Menyedihkan," kata Adel al-Shaer setelah menghadiri salat di luar ruangan di pusat kota Deir el-Balah.

"Kami kehilangan orang yang kami cintai, anak-anak kami, kehidupan kami, dan masa depan kami. Kami kehilangan siswa, sekolah, dan lembaga kami. Kami kehilangan segalanya," sambungnya.

Dua puluh anggota keluarga besarnya tewas dalam serangan Israel, termasuk empat keponakan muda beberapa hari yang lalu, katanya sambil menangis.

Tekanan Untuk Hamas,

Baca juga : Awal Ramadan & Idul Fitri Bareng, Menag: Keberuntungan Bangsa Indonesia

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, serangan itu untuk memaksa Hamas untuk membuat konsesi. Dia menekankan bahwa perang di Gaza akan semakin ditingkatkan untuk mendapatkan kembali para sandera yang ditahan Hamas.

"Hamas harus melucuti senjata, mengasingkan para pemimpin mereka, dan menyerahkan keamanan Gaza kepada Israel sebagai untuk mencapai tahap akhir dari gencatan senjata," tegasnya.

Pada18 Maret lalu, Israel tiba-tiba mengakhiri gencatan senjata selama dua bulan dengan pengeboman dan operasi darat yang gencar di Gaza. Israel sejak saat itu telah menewaskan ratusan warga sipil Palestina dan tidak mengizinkan masuknya makanan, bahan bakar, atau bantuan kemanusiaan selama empat pekan.

Baca juga : Pemerintah Umumkan Idul Fitri Jatuh pada Senin 31 Maret 2025

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 50.277 kematian yang dikonfirmasi dan 114.095 luka-luka sejak serangan Israel dimulai, 8 Oktober 2023. Selain itu, ribuan orang masih hilang di bawah puing-puing, diduga telah meninggal. Sementara di pihak Israel, 1.139 tewas selama serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.