RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku telah berbicara dengan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam, To Lam untuk membahas tarif resiprokal (timbal balik) yang telah diumumkannya pada Rabu (2/4/2025).
Di lingkup Asia Tenggara, Vietnam kebagian tarif resiprokal tertinggi ketiga setelah Kamboja dan Laos. Trump mematok Vietnam dengan angka 46 persen. Sementara Kamboja dan Laos, masing-masing 49 dan 48 persen.
Baca juga : Petualangan Seru Bersama Taro Di Posko Mudik Lebaran
“Saya baru saja melakukan panggilan telepon yang sangat produktif dengan To Lam, Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam. Dia memberi tahu saya, bahwa Vietnam ingin memangkas tarif hingga nol, jika dapat membuat kesepakatan dengan AS,” kata Trump via Truth Social, Jumat (4/4/2025).
“Saya mengucapkan terima kasih kepada dia atas nama negara kita (AS, Red). Saya menantikan pertemuan dalam waktu dekat,” imbuhnya.
Baca juga : Kado Lebaran, Asyik Tarif Listrik Untuk 13 Golongan Tidak Naik
Vietnam News membenarkan, bintang investasi Asia Tenggara itu bersedia memangkas tarif ekspor AS hingga nol persen. Asalkan AS melakukan hal yang sama terhadap ekspor Vietnam ke negara tersebut.
Dalam upaya negosiasinya, Vietnam juga disebut berupaya meningkatkan impor dari AS, serta mendorong dan menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi para pebisnis Amerika untuk berinvestasi di Vietnam.
Baca juga : Dorong Investasi, Pemerintah Siapkan Rp3,85 Triliun untuk Infrastruktur KEK
Diberitakan pula, To Lam mengundang Presiden Trump dan istrinya: Melania Trump untuk mengunjungi Vietnam dalam waktu dekat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.