Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Putin Dan Trump Akrab Lagi, Rusia Tugaskan Diplomat Kawakan Untuk AS
Jumat, 7 Maret 2025 12:09 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Rusia Vladimir Putin mengumukan penunjukkan diplomat kawakan Alexander Darchiev (64) sebagai Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat (AS), Kamis (6/3/2025). Langkah ini adalah salah satu upaya Moskow untuk menjalin kembali hubungan diplomatik dengan Washington yang terus memburuk dalam satu dekade belakangan ini.
Meski Darchiev dikenal sebagai diplomat yang vokal dalam mengecam berbagai kebijakan negara Barat, Putin menilai dia paham seluk beluk hubungan Rusia dan AS.
Sebelum ditunjuk sebagai Dubes di Washington DC, Darchiev merupakan pemimpin delegasi pertemuan Rusia dan AS di Turki untuk membahas normalisasi hubungan Moskow-Washington. Darchiev juga menjabat sebagai Kepala Kementerian Luar Negeri Rusia untuk wilayah Amerika Utara.
Baca juga : Pesan Ramadan, Trump Tegaskan Komitmen Kebebasan Beragama
Pada pertemuan enam jam di Istanbul pekan lalu, para delegasi AS dan Rusia bekerja untuk mencoba memulihkan fungsi normal kedutaan setelah bertahun-tahun saling usir. Menyusul berubahnya kebijakan AS atas Ukraina.
AS, yang baru dipimpin oleh Trump selama beberapa bulan terakhir, telah berubah haluan dalam konflik antara Rusia dan Ukraina. Washington terlihat mendukung Moskow. AS juga telah membuka pembicaraan bilateral dengan Moskow. Trump juga mengaku sudah berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin via telepon membahas dimulainya negosiasi untuk mengakhiri perang di Ukraina.
Trum juga menghentikan bantuan militer ke Kiev setelah berselisih dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih, pekan lalu.
Baca juga : Menlu AS Marco Rubio Ucapkan Selamat Ramadan Untuk Kaum Muslim Sedunia
Rusia tidak memiliki dubes di Washington sejak Oktober lalu ketika utusan sebelumnya, Anatoly Antonov, menyelesaikan jabatannya.
Darchiev telah bertugas selama dua periode panjang di Kedutaan Rusia di Washington dan menjadi Dubes Rusia untuk Kanada pada 2014 - 2021.
Dalam buku memoarnya, mantan Dubes AS untuk Rusia John J Sullivan menyebut Darchiev tidak bisa menyembunyikan amarahnya saat Presiden Joe Biden menyebut Putin sebagai penjahat perang.
Baca juga : Perangi Judol Dan Pornografi, Prabowo Segera Terbitkan Aturan Baru Untuk Anak
"Dia sempat membentak serta berteriak kepada saya dengan kata-kata kasar dan memerintahkan saya untuk tidak mendatangi Kementerian Luar Negeri Rusia dengan sikap arogan," tulis Sullivan dikutip Reuters, Kamis (6/3/2025).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya