BREAKING NEWS
 

AS Melunak, Ponsel Dan Laptop Dikecualikan Tarif 145 Persen, China: Hapus Total!

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Minggu, 13 April 2025 20:46 WIB
Ilustrasi. Foto: Generated by Groks

RM.id  Rakyat Merdeka - Amerika Serikat (AS) resmi mengecualikan produk-produk teknologi utama seperti ponsel, laptop, dan semikonduktor dari beban tarif timbal balik sebesar 145 persen yang diberlakukan terhadap impor asal China

Keputusan ini diumumkan oleh Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) AS dan mulai berlaku surut sejak 5 April pukul 12:01 waktu setempat.

Pengecualian ini mencakup 20 kategori produk dengan cakupan luas, termasuk komputer, laptop, pemrosesan data otomatis, perangkat semikonduktor, dan layar panel datar. 

Baca juga : China Umumkan Tarif Impor 84 Persen, Menkeu AS: So What?

Kode 8471 yang dimaksud merangkum hampir seluruh perangkat keras dan komponen penting dalam industri teknologi, menjadikannya kabar baik bagi perusahaan besar AS seperti Apple, Dell, dan Nvidia.

Langkah ini memberikan kelegaan bagi sektor teknologi, terutama karena sejumlah barang yang dikecualikan sebelumnya terancam menghadapi lonjakan tarif hingga 145 persen. 

Adsense

Sebagian produk bahkan dibebaskan dari tarif dasar 10 persen untuk impor dari negara selain China, termasuk iPhone yang diproduksi di India dan semikonduktor dari Taiwan.

Baca juga : AS Ngotot Bebankan Tarif 104 Persen, China Berjuang Sampai Akhir

Meskipun demikian, sebagian besar produk asal China tetap dikenai tarif tinggi, dan bea masuk 20 persen yang sebelumnya ditetapkan Donald Trump terkait krisis fentanil tetap diberlakukan tanpa perubahan. 

Pemerintah AS menyebut langkah ini sebagai bagian dari kebijakan untuk mengurangi ketergantungan pada China dalam produksi teknologi strategis.

Sementara itu, China merespons dengan mendesak penghapusan total terhadap tarif balasan tersebut. Kementerian Perdagangan China menyebut pengecualian yang diberikan sebagai “langkah kecil” dari Washington. 

Baca juga : China Murka, Seluruh Produk Impor AS Dikenai Tarif Balasan 34 Persen

Pemerintah China juga tengah mengevaluasi dampak dari kebijakan tersebut, terutama karena sebagian besar produk mereka masih terkena tarif tinggi.

Situasi ini terjadi bersamaan dengan pemberlakuan tarif balasan sebesar 125 persen oleh China terhadap produk-produk asal AS. Dengan demikian, ketegangan dagang antara dua ekonomi terbesar dunia ini tetap memanas, meski ada celah kecil dalam bentuk pengecualian terbatas.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense