Dark/Light Mode

AS Umumkan Kenaikan Tarif Impor Baja Dan Aluminium Jadi 25 Persen, Tanpa Kecuali

Selasa, 11 Februari 2025 15:05 WIB
Presiden AS Donald Trump (Foto: Instagram)
Presiden AS Donald Trump (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi menaikkan tarif impor baja dan aluminium secara substansial menjadi 25 persen, dari tarif sebelumnya 10 persen, tanpa pengecualian atau pembebasan, Senin (10/2/2025).

Aturan baru yang mulai berlaku pada 4 Maret mendatang, juga menghilangkan kesepakatan kuota, serta ratusan ribu pengecualian tarif khusus produk untuk kedua logam tersebut.

Tarif baru Trump yang memicu perang dagang multi-front ini akan berlaku untuk jutaan ton impor baja dan aluminium dari Kanada, Brasil, Meksiko, Korea Selatan, dan negara-negara lain yang selama ini bebas bea berdasarkan pengecualian.

Trump mengatakan, kebijakan barunya ini akan menyederhanakan tarif logam. Sehingga, setiap orang dapat memahami artinya dengan tepat.

Baca juga : Siap Dimakzulkan, Nasib Sara Duterte Di Tangan Senat

"Tarif baru 25 persen ini tidak memiliki pengecualian atau pembebasan. Berlaku untuk semua negara, dari mana pun asalnya," jelas Trump kepada wartawan, Senin (10/2/2025).

Khusus Australia, Trump akan memberikan pembebasan tarif baja, dengan pertimbangan yang sangat matang. Mengingat defisit perdagangan negara itu dengan AS.

Tarif baru ini merupakan perpanjangan dari Pasal 232 UU Ekspansi Perdagangan di masa pemerintahan pertama Trump tahun 2018, untuk melindungi produsen baja dan aluminium dalam negeri atas dasar keamanan nasional.

Trump juga akan memberlakukan standar Amerika Utara baru yang mengharuskan negara importir baja melakukan proses "melted and poured", serta importir aluminium untuk melalui proses "smelted and cast" di wilayah tersebut.

Baca juga : Diskon Tarif Listrik Bikin Jakarta Alami Deflasi Minus 1,50 Persen Pada Januari 2025

Kebijakan ini ditujukan untuk mengekang impor logam China dan Rusia, yang diproses secara minimal dari AS, sehingga dapat menghindari tarif lainnya.

"Ini juga akan memperluas tarif ke produk hilir yang menggunakan baja buatan luar negeri. Termasuk baja struktural fabrikasi, ekstrusi aluminium, dan untaian baja untuk pre-stressed beton," kata seorang pejabat Gedung Putih, seperti dikutip Reuters.

"Tarif baja dan aluminium 2.0 akan mengakhiri dumping asing, meningkatkan produksi dalam negeri, dan mengamankan industri baja dan aluminium kita sebagai tulang punggung dan pilar industri ekonomi dan keamanan nasional Amerika," kata Penasihat Perdagangan Trump, Peter Navarro, kepada wartawan.

Trump akan menindaklanjuti pengumuman tarif baru ini, dengan informasi terbaru tentang tarif timbal balik pada semua negara yang mengenakan bea atas barang-barang AS dalam dua hari ke depan.

Baca juga : Konser Bingah Jadi Perayaan Bagi Pendengar Karya Musik Yura Yunita

Saat ini, Trump juga sedang mempertimbangkan tarif pada mobil, semikonduktor, dan farmasi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.