Dark/Light Mode

China Umumkan Tarif Impor 84 Persen, Menkeu AS: So What?

Rabu, 9 April 2025 22:42 WIB
Ilustrasi perang tarif AS-China (Foto: Pexels)
Ilustrasi perang tarif AS-China (Foto: Pexels)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan Scott Bessent sangat menyayangkan sikap China, yang sama sekali tidak mau merundingkan kesepakatan tarif. Bessent bahkan menyebut China sebagai pelanggar terburuk dalam sistem perdagangan internasional.

Setelah Presiden Donald Trump menaikkan tarif secara besar-besaran terhadap China hingga 104 persen, negara tersebut mengenakan tarif 84 persen terhadap barang-barang AS.

"Mereka memiliki ekonomi yang paling tidak seimbang dalam sejarah dunia modern. Saya dapat memberi tahu Anda bahwa eskalasi ini merugikan mereka. Mereka adalah negara surplus," kata Bessent seperti dikutip CNN International, Rabu (9/4/2025).

Baca juga : AS Ngotot Bebankan Tarif 104 Persen, China Berjuang Sampai Akhir

"Ekspor China ke AS lima kali lipat dari ekspor AS ke China. Jadi, mereka dapat menaikkan tarif mereka. So what?" imbuhnya.

Mengingat Trump dan Xi Jinping memiliki hubungan pribadi yang sangat baik, Bessent mengatakan, China dan AS dapat bergerak bersama. Selama AS mencoba menyeimbangkan kembali ke sektor manufaktur, dan China menyeimbangkan kembali ke sektor konsumsi.

Bessent menuturkan, sekarang adalah waktu yang tepat bagi Main Street untuk tumbuh. Seperti yang telah dilakukan Wall Street selama beberapa dekade.

Baca juga : Trump Ancam Balas China Dengan Tarif 50 Persen, Jika Beijing....

"Wall Street tumbuh lebih kaya dibanding sebelumnya. Wall Street dapat terus tumbuh dan berjalan dengan baik. Namun selama empat tahun ke depan, agenda Trump difokuskan pada Main Street. Sekarang, giliran Main Street," papar Bessent dalam pidatonya di American Bankers Association.

Bessent yang akan mengambil peran utama negosiasi dengan negara-negara dunia mengatakan, tarif "resiprokal" yang berlaku adalah batas atas. 

"Saya kira, banyak orang tidak menyadari bahwa level yang ditetapkan Rabu lalu adalah batas maksimal," ujar Bessent.

Baca juga : Antisipasi Perang Tarif Impor Trump, DPR: Perkuat Regulasi Pro Rakyat

"Jika Anda tidak membalas, itu adalah batas maksimal," tambahnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.