Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
China Murka, Seluruh Produk Impor AS Dikenai Tarif Balasan 34 Persen
Jumat, 4 April 2025 19:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - China menyatakan siap mengenakan tarif timbal balik (resiprokal) 34 persen terhadap semua produk impor dari Amerika Serikat (AS), mulai 10 April mendatang.
Langkah ini dilakukan untuk membalas kebijakan tarif resiprokal yang diumumkan Presiden AS Donald Trump pada Rabu (3/4/2025).
Dalam tarif timbal balik itu, AS menetapkan tarif tambahan 34 persen untuk semua barang China yang diimpor ke AS. Hal ini jelas memperburuk ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia.
“Praktik AS ini tidak sejalan dengan aturan perdagangan internasional. Secara serius, ini merusak hak dan kepentingan sah China. Ini adalah praktik intimidasi sepihak yang khas," kata Komisi Tarif Dewan Negara China dalam pengumuman tarif balasan, seperti dikutip CNN International, Jumat (4/4/2025).
Baca juga : Kapolri Instruksikan Seluruh Personel Amankan Malam Takbiran dan Shalat Id
Sejak kembali berkuasa pada bulan Januari, Trump telah memungut dua tahap bea tambahan 10 persen terhadap semua produk impor China. Menurut Gedung Putih, langkah ini diperlukan untuk membendung aliran fentanyl ilegal dari China ke AS.
Ini berarti, seluruh produk asal China yang masuk ke AS akan dikenai total tarif 54 persen.
Balasan China terhadap putaran terbaru tarif AS, lebih luas dibanding tindakan timbal balik sebelumnya.
Beijing yang menanggapi langkah AS dengan cepat dan moderat, mengenakan tarif balasan pada impor AS yang ditargetkan. Termasuk, produk pertanian dan bahan bakar, sambil mengambil tindakan terhadap perusahaan Amerika tertentu dan meningkatkan kontrol ekspor.
Baca juga : Mudik Lebaran, Hutama Karya Diskon Tarif Tol Trans Sumatera 20 Persen
Tarif 54 persen yang ditanggung China, lebih besar dari yang diramalkan para analis. Sebagai bagian dari aksi balasan, China juga menambahkan 11 perusahaan Amerika ke daftar entitas yang tidak dapat diandalkan, termasuk produsen drone.
China juga menempatkan kontrol ekspor pada 16 perusahaan Amerika, untuk melarang ekspor barang-barang China yang dapat digunakan untuk keperluan ganda.
Kementerian Perdagangan China mengumumkan investigasi anti-dumping terhadap tabung sinar-X CT medis impor yang berasal dari AS dan India.
Selain itu, Beijing meluncurkan kontrol ekspor pada tujuh jenis mineral tanah jarang ke AS, termasuk samarium, gadolinium, dan terbium.
Baca juga : Beras Masih Impor, Tapi Tinggal Sedikit
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya