RM.id Rakyat Merdeka - Amerika Serikat (AS) dan Ukraina telah menandatangani kesepakatan “bersejarah” yang memberi Washington akses istimewa ke sumber daya mineral Ukraina yang penting bagi industri teknologi. Kerja sama ini merupakan pembentukan dana investasi bersama yang bertujuan untuk mendukung pemulihan ekonomi Ukraina sekaligus memberikan keuntungan bagi AS.
Dana ini akan digunakan untuk mengembangkan dan mengeksplorasi mineral tanah jarang serta sumber daya strategis lainnya yang dimiliki Ukraina. Dengan kontribusi setara dari kedua negara, kesepakatan ini juga memperkuat hubungan ekonomi dan geopolitik mereka di tengah konflik yang masih berlangsung.
Dalam komentarnya terkait perjanjian ini, Presiden AS Donald Trump menyatakan, secara teori, perjanjian tersebut memungkinkan AS meraup lebih dari 350 miliar dolar AS. Dalam sejumlah kesempatan, Trump mengklaim, AS telah menghabiskan sekitar 350 miliar dolar AS untuk bantuan Ukraina. Namun, analisis BBC melakukan verifikasi bahwa jumlah sebenarnya jauh lebih rendah.
Sementara temuan Kiel Institute for the World Economy, lembaga think tank asal Jerman yang secara cermat melacak bantuan masa perang untuk Ukraina, menyebut, AS adalah penyumbang terbesar Ukraina. Total bantuan AS mencapai 123 miliar dolar AS sejak operasi militer Rusia pada 2022. Dari jumlah tersebut, 69 miliar dolar atau 56 persem dari total bantuan AS merupakan bantuan militer
"Jadi saya berkata, lihat, mereka memiliki mineral tanah jarang yang luar biasa, mineral, material mereka memiliki hal-hal yang tidak dimiliki banyak tempat. Dan kami membuat kesepakatan hari ini secara teori, kami mendapatkan jauh lebih banyak daripada 350 miliar," kata Trump kepada NewsNation, Rabu (30/4/2025).
Baca juga : Polisi Bagikan Air Mineral Dan Permen Untuk Massa Buruh Di DPR
"Saya ingin dilindungi," ujarnya, seraya menambahkan bahwa ia tidak ingin terlihat "bodoh" karena tidak memperoleh imbal balik dari bantuan AS kepada Ukraina.
Penandatangani perjanjian penting tentang mineral itu dilakukan pada Selasa (30/4/2025) di Washington DC, Amerika Serikat. Penandatanganan dilakukan Wakil Perdana Menteri (PM) Pertama Ukraina Yulia Svyrydenko dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent.
Komitmen AS untuk Perdamaian Rusia-Ukraina
Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan, "Seperti yang telah dikatakan Presiden, Amerika Serikat berkomitmen untuk membantu memfasilitasi berakhirnya perang yang kejam dan tidak masuk akal ini," katanya.
"Perjanjian ini memberi sinyal jelas kepada Rusia bahwa Pemerintahan Trump berkomitmen pada proses perdamaian yang berpusat pada Ukraina yang bebas, berdaulat, dan makmur dalam jangka panjang,” imbuh Bessent.
Perjanjian AS-Ukraina
Perjanjian ini membentuk kerangka "Reconstruction Investment Fund" atau Dana Investasi Rekonstruksi yang akan dikelola bersama oleh Kiev dan Washington.
Baca juga : Peduli Kesehatan Karyawan dan Masyarakat, BCA Syariah Gelar Donor Darah
Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal menekankan bahwa perjanjian ini tidak menciptakan kewajiban utang baru dan tidak mempengaruhi jalur keanggotaan Ukraina dalam Uni Eropa.
"Dana ini hanya akan dibiayai dari lisensi baru proyek mineral, minyak, dan gas — bukan dari proyek yang telah berjalan," imbuhnya.
Struktur investasi dalam dana ini adalah 50:50 antara AS dan Ukraina, dan tidak dikenakan pajak baik di AS maupun Ukraina. Namun, Svyrydenko, menegaskan bahwa Ukraina akan tetap memegang kepemilikan penuh atas seluruh sumber daya mineralnya dalam kerangka kerja sama ini.
Dalam unggahannya di platform X, Svyrydenko menulis, "Negara Ukraina yang menentukan apa dan di mana akan mengekstraksi."
Dia juga menggaris bawahi, dana tersebut akan dikelola secara bersama oleh kedua negara. "Tidak ada pihak yang akan memiliki suara dominan, ini mencerminkan kemitraan yang setara antara Ukraina dan Amerika Serikat," tambahnya.
Baca juga : Arus Mudik Lancar, Kecelakaan Di Tol Tangerang-Merak Turun Selama Lebaran
Selain itu, menurut Svyrydenko, perusahaan milik negara seperti Energoatom dan Ukrnafta tetap di bawah kepemilikan pemerintah.
Meskipun begitu, Wakil Menteri Ekonomi Ukraina, Taras Kachka, mengatakan kepada Axios bahwa perjanjian ini memberikan akses istimewa kepada AS untuk berinvestasi di setiap operator yang mengekstraksi logam tanah jarang di Ukraina, serta hak penolakan pertama atas investasi semacam itu.
Kekayaan Mineral Tanah Jarang Ukraina
Sekutu-sekutu Kiev telah lama mengincar kekayaan mineral negara tersebut. Ukraina memiliki deposit 22 dari 50 material yang digolongkan sebagai kritis oleh Survei Geologi AS.
Ini termasuk mineral tanah jarang dan material lain yang penting untuk produksi elektronik, teknologi energi bersih, dan beberapa sistem persenjataan.
Produksi global mineral tanah jarang dan material penting lainnya secara strategis telah lama didominasi China, membuat negara-negara Barat sangat membutuhkan sumber alternatif lain – termasuk dari Ukraina.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.