Sebelumnya
Pada kesempatannya berbicara di Jakarta, Pita menyampaikan pengalamannya dalam memimpin kampanye politik yang bersih dan transparan. Ia tak menampik ada banyak tantangan di era populisme dan otoritarianisme terselubung di Negeri Gajah Putih itu.
"Politik adalah permainan jangka panjang yang butuh ketahanan dan optimisme," ujar Pita.
Baca juga : Pulang Dari Kamboja, PM Thailand Paetongtarn Shinawatra Dirawat Di RS
Selama menjadi ketua MFP, ia memanfaatkan waktu tersebut untuk membangun kapasitas kepemimpinan. Pita memperluas jaringan internasional, dan membina generasi muda di ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara).
Pita menolak pembedaan antara idealisme dan pragmatisme dalam politik. Ia menyebut bahwa keberhasilan partainya dalam pemilu Thailand 2023 justru tidak meninggalkan idealisme. Namun, juga menggabungkannya dengan pendekatan realistis.
Baca juga : Pelamar PJLP Membludak Di Balai Kota, Gubernur Pram Minta Kelurahan Proaktif
"Kami bukan hanya idealis, kami juga reformis yang pragmatis. Saya menyebutnya 'idealis pragmatis' atau 'reformis pragmatis'," jelasnya.
Ia bahkan mengaku kalau partainya saat itu telah menyiapkan 57 rancangan undang-undang dan rencana kerja 100 hari, satu tahun, hingga delapan tahun kedepan. Hal tersebut untuk memastikan programnya bisa langsung dijalankan begitu mendapat mandat.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.