Sebelumnya
Terkait isu populisme yang kian dominan di berbagai negara, Pita menekankan pentingnya memberi alternatif nyata ketimbang hanya menolak kebijakan populis.
Sebagai contoh, partainya mengusulkan reformasi agraria, agar petani memiliki hak atas tanah. Dengan kebijakan tersebut petani dapat mengakses sistem keuangan secara mandiri, bukan hanya mengandalkan subsidi sesaat.
Baca juga : Pulang Dari Kamboja, PM Thailand Paetongtarn Shinawatra Dirawat Di RS
"Kami tidak melihat bantuan kepada rakyat sebagai pengeluaran, tapi sebagai investasi. Bedanya, kami siapkan solusi jangka pendek yang nyata, tanpa mengorbankan keberlanjutan," tuturnya.
Dalam pandangannya, demokrasi di Asia Tenggara, termasuk Thailand, sedang menghadapi ancaman yang lebih halus namun berbahaya. Sekarang, demokrasi tidak dirusak oleh tank di jalan. Tapi melalui kudeta hukum, manipulasi institusi, dan pembungkaman secara diam-diam.
Baca juga : Pelamar PJLP Membludak Di Balai Kota, Gubernur Pram Minta Kelurahan Proaktif
Ia menyebut situasi ini sebagai 'otoritarianisme kompetitif'. Sistem pemilu tetap ada, tetapi hasilnya dimanipulasi melalui mekanisme yang tidak demokratis. Sebab itu, ia menyoroti pentingnya peran masyarakat sipil.
Pita menyebut masyarakat sipil dapat menjadi sebagai 'peredam kejut demokrasi' saat institusi formal gagal menjalankan fungsi. Walaupun, ia mengakui bahwa ruang masyarakat sipil di Asia Tenggara, khususnya Thailand, terus menyempit. Kelelahan publik terhadap politik mulai terasa di Negeri Gajah Putih.
Baca juga : Jangan Panik! Ini Solusi Jika Kehilangan Barang di Dufan
"Tanpa masyarakat sipil, perjuangan akan berhenti setiap kali pemerintah berganti. Mereka adalah garda depan keberlanjutan perjuangan rakyat," ungkap politikus lulusan Hardvard University itu.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.