RM.id Rakyat Merdeka - Hubungan Rusia dan Indonesia baik di bidang politik, ekonomi, perdagangan, pendidikan maupun keamanan, semakin lengket saja di bawah Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, Pemerintah Rusia ternyata diam-diam tertarik ikut membantu mensukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk para pelajar yang dicanangkan Presiden Prabowo.
“Kami yakin, Rusia dan Indonesia bisa meningkatkan jumlah perdagangannya karena Presiden Prabowo memiliki program MBG kepada pelajar.
Kami siap membantu mensukseskan program ini,” ungkap Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov kepada tim Rakyat Merdeka: Firsty Hestyarini, Muhammad Rusmadi, Mellani Eka Mahayana, Diananda Rahmasari dan Khairizal Anwar di kediamannya di kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat (30/5/2025).
Menurut Dubes Tolchenov, untuk mendukung program MBG, Rusia akan menawarkan daging yang harganya terjangkau kepada Pemerintah Indonesia. “Sebelum itu, kami perlu menyelesaikan prosedur seperti keamanan penyembelihan dan label halal terlebih dahulu,” katanya.
Selain membahas tentang perayaan Day of Russia yang akan jatuh pada 12 Juni besok, dalam wawancara eksklusif itu, Dubes Tulchenov juga menjelaskan mengenai kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara. Menurutnya, Rusia punya banyak kesepakatan dagang dan investasi bilateral dengan Indonesia.
“Tapi tidak bisa saya rinci, khawatir nanti ada negara yang mau menyabotase kerja sama bilateral Rusia dengan Indonesia,” katanya, sambil tersenyum.
Baca juga : Prabowo Peduli Raja Ampat
Dia menjelaskan, angka perdagangan bilateral Rusia dengan Indonesia tahun lalu mencapai 4 miliar dolar AS. Angka ini naik sekitar 4-5 persen dibanding tahun 2023.
Menurutnya, Rusia juga masih menjajaki beberapa kesepakatan dagang untuk menaikkan volume perdagangan bilateral.
“Bagi Rusia, Indonesia adalah pasar besar bagi produk kami seperti minyak bumi, pelumas, gandum, dan pupuk. Kami juga sangat ingin membeli banyak produk dari Indonesia. Seperti minyak sawit, kain dan pakaian. Juga buah-buahan tropis seperti mangga dan pisang,” ungkapnya.
Menurut diplomat yang hobi membaca buku itu, Rusia bukan hanya ingin menjual barang ke Indonesia. Pihaknya juga ingin membeli banyak produk dari Indonesia.
Diplomat kelahiran 7 Februari 1965 itu mengatakan, sejumlah pengusaha Rusia juga masih sangat tertarik untuk berinvestasi di Indonesia. Pihak Kedubes Rusia di Jakarta sedang mendampingi prosesnya.
“Saya yakin, kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia pada pertengahan Juni ini, bisa menjadi pendorong perdagangan dan investasi bilateral. Sayangnya, meski kunjungan ini sangat bermakna, kadang perusahaan pemerintah melakukan perdagangan dengan Rusia mendapat label buruk,” curhat Tolchenov.
Baca juga : Muktamar Jangan Memecah Kabah
Diperlakukan Tak Adil
Saat ditanya apakah Rusia masih merasakan perlakuan tidak adil secara global, Tolchenov membenarkannya.
“Kami tidak bisa bohong bahwa masih ada penghalang politik secara global. Penghalang politik ini membuat perusahaan dan bank pelat merah dari negara sahabat ragu melakukan kerja sama dengan Rusia,” bebernya.
Dia berpendapat, pengusaha dan pebisnis Indonesia seharusnya bisa bebas melakukan kerja sama dengan siapa saja, termasuk Rusia. Melakukan kesepakatan dan kerja sama apapun dengan Rusia tidak boleh dihalang-halangi. Tidak ada yang perlu takut bekerja sama dengan Rusia.
“Saya paham kenapa perusahaan atau bank besar yang memiliki kerja sama dengan perusahaan atau Pemerintah dari Negara Barat, kadang ragu bekerja sama dengan Rusia, karena mereka ingin berada di zona aman,” cetusnya.
Tolchenov juga menjelaskan, saat ini banyak bank Rusia yang terkena sanksi dari Barat. Namun, tidak ada hubungan antara bank di Rusia dengan bank di Indonesia.
Baca juga : Rapat Di Hotel Dan Restoran Hidupkan Ekonomi Daerah
“Kalau begini, bagaimana Rusia dan Indonesia bisa melakukan perdagangan dan investasi dengan lancar? Kami masih terus mencari cara yang adil agar Rusia dan Indonesia bisa melakukan perdagangan dan investasi dengan leluasa,” ungkap Dubes yang menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Jokowi pada 18 Mei 2024.
Dia mengatakan, pihak Kedutaan Besar Rusia sudah berbicara dengan Pemerintah Indonesia dan beberapa kali bertemu pejabat OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk membahas kerja sama antara bank dari Indonesia dan bank di Rusia.
“Kami yakin, nanti akan ketemu jalan keluarnya. Diskusi ini masih berjalan dan butuh waktu untuk mendapat solusi,” katanya optimistis.
(Wawancara lengkap dengan Dubes Rusia, silakan baca di Halaman 14 Top World News)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.