BREAKING NEWS
 

Menlu Rusia Sergey Lavrov Tegaskan Kesiapan Rosatom Bantu Indonesia Bangun PLTN

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Rabu, 18 Juni 2025 07:02 WIB
Menlu Rusia Sergei Lavrov (kanan) dan Menlu RI Sugiono dalam konferensi pers bersama di Moskow, Selasa (17/6/2025). (Foto: Kemlu Rusia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Rusia menegaskan kesiapannya untuk mendukung Indonesia dalam mengembangkan sektor nuklir di dalam negeri. Hal ini disampaikan  Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov, dalam konferensi pers bersama Menlu RI Sugiono di Moskow, Selasa (17/6/2025).

Seperti diketahui, dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034, Indonesia akan membangun PLTN dengan kapasitas sebesar 0,5 gigawatt (GW). Rinciannya, sebesar 250 megawatt (MW) akan dibangun di Sumatera, dan 250 MW sisanya akan dibangun di Kalimantan.

“Indonesia memiliki rencana untuk mengembangkan sektor nuklir dalam negeri, dan Rosatom siap membantunya membangun PLTN,” kata Lavrov dalam keterangan resmi Kemlu Rusia, Rabu (18/6/2025).

“Kami juga percaya pada janji mempromosikan penggunaan teknologi nuklir untuk tujuan non-energi. Dalam hal ini, Rosatom (Badan Tenaga Nuklir Rusia, Red) memiliki kompetensi yang serius,” imbuhnya.

Rusia Stand by 

Baca juga : Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition Resmi Meluncur di Indonesia

Pesan serupa sebelumnya juga telah disampaikan Dubes Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, dalam wawancara dengan Rakyat Merdeka/RM.id, 30 Mei 2025.

"Kami sudah stand by. Pemerintah Indonesia tinggal menuntaskan secara internal saja, untuk kelayakan penggunaan tenaga nuklir,” kata Tolchenov.

Adsense

“Indonesia tinggal selangkah dua langkah lagi menjadi negara yang menggunakan energi nuklir sebagai sumber energi hijau,” sambung mantan Wakil Direktur Departemen Asia III Kementerian Luar Negeri Rusia.

Tolchenov memastikan, Rusia memiliki pengetahuan yang terbukti nyata dalam pembangunan pembangkit energi tenaga nuklir.

Akademik Lomonosov 

Baca juga : Gandeng UMKM Lokal, Perusahaan Kesehatan Taiwan Ini Dukung Indonesia Maju 2045

Rusia adalah satu-satunya negara yang aktif mengoperasikan PLTN atau reaktor nuklir terapung. Era reaktor nuklir terapung mulai dijalankan Rusia pada 19 Desember 2019, ketika Akademik Lomonosov pertama kali menyuplai listrik, dan resmi beroperasi secara komersial sejak 22 Mei 2020.

Ini menjadi tonggak sejarah energi nuklir,  dalam menyediakan listrik bersih di lokasi terpencil dan sulit dijangkau.

Akademik Lomonosov yang dikembangkan Rusia, memiliki kapasitas 2×KLT-40S reaktor (70 MW listrik). Reaktor nuklir terapung ini dapat menyuplai kebutuhan listrik dan panas untuk 100 ribu warga Pevek, kota paling utara Rusia dan Asia. Meski saat ini jumlah penduduknya hanya sekitar 5.000 orang.

Dalam keterangan yang dipublikasikan melalui situs resminya pada 16 Januari 2025, Akademik Lomonosov disebut telah menghasilkan 1 miliar kilowatt-jam listrik pertama untuk jaringan listrik terisolasi di pusat energi Chaun-Bilibino di Daerah Otonomi Chukotka.

Baca juga : BNPT Apresiasi Sukabumi sebagai Teladan Kota Toleran di Indonesia

"Saat ini, pangsa listrik yang dihasilkan oleh PLTN terapung di pusat energi Chukotka (melayani Chukotka bagian barat dan desa Chersky di Yakutia) memiliki kelebihan 60 persen. PLTN terapung yang meningkatkan produksinya setiap tahun ini, telah berhasil melampaui  target tahunan yang ditetapkan Layanan Antimonopoli Federal (FAS) dalam beberapa tahun terakhir," demikian bunyi keterangan tersebut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense