Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Luncurkan Sekolah Lontara, Tamsil Linrung Teguhkan Khazanah Identitas Indonesia
Senin, 9 Juni 2025 10:08 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD) Tamsil Linrung, mengapresiasi peluncuran Sekolah Lontara, sebuah gerakan literasi kultural yang digagas oleh Ikatan Kekeluargaan Pelajar Mahasiswa Indonesia Sulawesi Selatan (IKAMI Sulsel).
Tamsil menilai inisiatif tersebut sebagai oase kesadaran kultural di tengah tsunami budaya baru yang berpotensi menggerus kekayaan kultural Indonesia.
"Arus informasi dan globalisasi sangat rentan mencerabut akar nilai dan jati diri bangsa, karena itu kita perlu mendukung inisiatif-inisiatif yang berupaya melestarikan warisan kekayaan budaya Indonesia," imbuh Tamsil, pada pembukaan Sekolah Lontara yang digelar di kawasan Menteng, Jakarta, Minggu (8/6/2025).
Tamsil menuturkan, ketika dunia tersedot oleh kekuatan konvergensi yang mereduksi identitas sebuah bangsa dan generasi, Sekolah Lontara hadir sebagai gerakan arus balik yang menyatukan kembali generasi dengan bahasa ibu, nilai luhur, dan warisan peradaban yang luhur.
Baca juga : Khutbah Idul Adha, Tamsil Linrung Serukan Solidaritas Untuk Palestina
Dia pun yakin kehadiran Sekolah Lontara ini akan meneguhkan khazanah identitas Indonesia yang kaya akan warisan kebudayaan.
Senator asal Sulawesi Selatan ini mengatakan, Presiden Prabowo Subianto memiliki concern pemikiran khusus pada pelestarian dan pengembangan warisan kebudayaan Indonesia.
Karena itu Presiden memisahkan Kementerian Kebudayaan yang sebelumnya digabung dengan Kementerian Pendidikan.
"Kebudayaan adalah pusaka kita sebagai bangsa besar. Kekayaan tersebut tersebar di berbagai daerah, DPD juga memberikan perhatian khusus pada agenda ini," lanjutnya.
Baca juga : Pecah, Rekor Konvoi Tinju Terbanyak di Indonesia
Tamsil menekankan bahwa upaya menjaga warisan nilai-nilai bangsa yang bersifat bendawi (tangible) atau non benda (intangible), merupakan strategi organik memperkuat ketahanan bangsa.
"Sebuah bangsa tidak akan besar tanpa menyatu dengan akar kulturalnya. Dan anak muda adalah ujung tombak dari kebangkitan itu," tegasnya.
Dia pun mengapresiasi semangat gotong royong dan jejaring lintas kota yang membentuk Sekolah Lontara, seraya menyebut bahwa ini adalah bukti bahwa gerakan kultural bisa tumbuh kuat dari bawah, dari rakyat, dari komunitas, selama ia dilandasi cinta dan tanggung jawab terhadap warisan leluhur.
Tamsil juga menegaskan bahwa nilai-nilai lokal bukanlah antitesis dari modernitas. "Justru dari lokalitas yang kuat, kita bisa membangun kosmopolitanisme yang bermartabat. Sekolah Lontara adalah contoh bagaimana tradisi dan teknologi bisa saling memperkuat," tegasnya.
Baca juga : Narasi Empatik, Kunci Keberhasilan Gerakan Lingkungan dan Sosial di Indonesia
Sebagai wakil daerah Sulawesi Selatan, Tamsil menyatakan komitmennya untuk terus mendorong kebijakan yang mendukung pelestarian budaya, termasuk melalui forum-forum kenegaraan seperti DPD.
Dia berharap Sekolah Lontara menjadi model bagi daerah lain dalam membangun pendidikan budaya yang membumi dan membangkitkan. Perlu diketahui, Sekolah Lontara adalah ruang pembelajaran terbuka yang memadukan metode daring dan luring, menawarkan materi seputar aksara Lontara, struktur bahasa Bugis-Makassar, sejarah peradaban Sulawesi Selatan, serta nilai-nilai filosofis dari pepatah dan adat istiadat.
Program ini tidak hanya menyasar pelajar dan mahasiswa, tetapi juga menjangkau diaspora Sulawesi Selatan di luar negeri.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya