Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Bagaimana dengan kerja sama militer Rusia dengan Indonesia. Apa ada perkembangan baru?
Pada 2 Juni 2025, dua kapal perang kecil dan satu kapal suplai Rusia dari Pacific fleet mampir ke Pelabuhan Tanjung Priok untuk kunjungan persahabatan. Mereka hadir untuk melakukan pertemuan dengan partner mereka di Indonesia. Selain itu juga ada open ship untuk jurnalis dan warga umum.
Ini adalah kegiatan rutin kapal Rusia melakukan kunjungan ke Indonesia. Sebelumnya, kapal Rusia juga ikut dalam latihan bersama Komodo di Bali. Rencananya, akhir tahun ini, juga akan ada kunjungan kapal Rusia ke Indonesia.
Juni ini juga, perusahaan pembuatan senjata Rusia akan ikut dalam pameran Indo Defence 2025. Kami tidak peduli apa kata Amerika, Australia, atau yang lain. Perusahaan asal Rusia akan hadir dan mendirikan beberapa stand untuk mempertunjukkan teknologi terkini kami.
Selain itu, akhir Mei lalu, kami menerima perwakilan Kementerian Pertahanan Indonesia dalam pertemuan ke-13 mengenai isu pertahanan di Moskow.
Baca juga : Grill Master Indonesia 2025 Siap Hadirkan Pertarungan Kuliner BBQ
Perwakilan pertahanan Indonesia juga sering kami undang untuk menghadiri latihan militer di Rusia. Ini di antara bukti eratnya hubungan militer kita.
Namun, saya masih punya impian agar kapal perang Indonesia bisa ikut dalam parade militer Angkatan Laut Rusia pada Juli nanti di St. Petersburg. Presiden Prabowo sudah berjanji akan mengirim delegasi untuk ikut serta dalam parade terbesar Angkatan Laut Rusia nanti.
Apakah Indonesia akan membeli perlengkapan militer dari Rusia dalam waktu dekat?
Ini isu sensitif. Tapi, kami siap memenuhi permintaan Indonesia. Sebut saja, kami akan siapkan.
Kami memiliki banyak ilmu dan pengalaman mengenai persenjataan dan teknologi terkini. Rusia siap berdiskusi jika Indonesia tertarik.
Baca juga : Babak Pertama, Timnas Indonesia Bungkam China 1-0
Saya lihat Indonesia sangat bangga dengan kekuatan militernya, terutama kekuatan angkatan udaranya. Rusia siap membantu mempertahankan itu.
Jika Indonesia mau memiliki senjata, pesawat, teknologi dari Rusia, negara lain tidak punya hak untuk bertanya alasannya. Ini adalah hak Indonesia.
Jika Indonesia mau meningkatkan kekuatan militernya, Rusia siap menyediakan apapun. Ini adalah hubungan bilateral Rusia dengan Indonesia. Tidak ada hubungannya dengan negara manapun.
Bagaimana dengan hubungan kebudayaan Rusia dengan Indonesia?
Diplomasi budaya masih sangat bermanfaat dalam menghubungkan kedua masyarakat Rusia dan Indonesia. Gala Concert April lalu sukses besar dan kami mendapat pujian karena semua menikmati sajian tarian tradisional dari beberapa etnis di Rusia.
Baca juga : Bamsoet Dorong Peningkatan Peran Koperasi dalam Pengembangan Sektor Pariwisata
Sebaliknya saya juga yakin, tarian tradisional dan musik dari Indonesia pasti akan disukai warga Rusia. Tidak hanya itu, diplomasi budaya kita juga bisa lewat festival film, pameran lukisan antar museum, hingga menerjemahkan sastra Indonesia ke bahasa Rusia dan sebaliknya.
Diplomasi budaya sangat penting karena inilah yang dekat dan relate dengan masyarakat kita. Bukan soal politik, perdagangan, atau militer. Musik, tarian, dan sastra sangat dekat dan sangat mudah menjadi perekat kedua masyarakat.
Menurut saya, agen yang membantu dekatnya kedua masyarakat kita adalah media. Kita perlu melibatkan lebih banyak lagi media dalam memperkenalkan kedua negara kepada masyarakat masing-masing.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya