BREAKING NEWS
 

Menlu Iran: Tak Ada Perjanjian Gencatan Senjata Atau Penghentian Operasi Militer

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Selasa, 24 Juni 2025 08:29 WIB
Menlu Iran Seyyed Abbas Araghchi (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi memastikan, hingga saat ini, tidak ada perjanjian tentang gencatan senjata atau penghentian operasi militer. 

“Seperti yang telah berulang kali diperjelas oleh Iran: Israel lah melancarkan perang terhadap Iran, bukan sebaliknya,” kata Araghchi via X, Selasa (24/6/2025).

“Tetapi, asalkan rezim Israel menghentikan agresi ilegalnya terhadap rakyat Iran selambat-lambatnya pukul 4 pagi waktu Teheran, kami tidak berniat untuk melanjutkan tanggapan kami. Keputusan akhir tentang penghentian operasi militer akan kita buat nanti,” imbuhnya.

Baca juga : RI Rampungkan Perjanjian Perdagangan Bebas Dengan Uni Ekonomi Eurasia

Dalam postingan berikutnya, Araghchi memaparkan, operasi militer Angkatan Bersenjata Iran yang menghukum Israel atas agresinya berlanjut hingga menit terakhir, pukul 4 pagi ini.

Adsense

“Bersama dengan semua orang Iran, saya berterima kasih kepada Angkatan Bersenjata kami yang berani, yang tetap siap untuk mempertahankan negara kami yang terkasih sampai tetes darah terakhir mereka, dan yang menanggapi setiap serangan musuh sampai menit terakhir,” tuturnya.

Seperti diketahui, Israel melancarkan serangan ke pangkalan militer Al-Udeid milik AS di Qatar pada Senin (23/6/2025) malam, sebagai balasan atas serangan AS ke tiga fasilitas nuklir Iran: Fordow, Natanz, dan Isfahan pada Minggu (22/6/2025).

Baca juga : Boeing Dukung Industri Pertahanan RI Lewat Offset, Pendidikan Dan MRO

Jumlah rudal yang diluncurkan Iran ke Qatar pun sama dengan total rudal AS ke Iran. Sama-sama 14. Tak ada korban yang dilaporkan dalam serangan Iran ke Qatar.

Dewan Keamanan Tertinggi Iran (SNSC) memastikan, serangan rudal tersebut tidak menimbulkan ancaman apa pun terhadap negara sahabat Qatar dan rakyatnya.

"Republik Islam Iran tetap berkomitmen untuk menjaga dan melanjutkan hubungan yang hangat dan bersejarah dengan Qatar,” tegas pernyataan tersebut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense