Sebelumnya
Keunikan lainnya, Paviliun Indonesia menerapkan sistem pencahayaan dan pendinginan hemat energi untuk meminimalkan jejak karbon. Terbuat dari kayu Plana, bahan ramah lingkungan yang terdiri dari 60 persen sekam padi, 30 persen plastik daur ulang, dan 10 persen aditif, dirancang sesuai prinsip 10R (Rethink, Reduce, Reuse, Recycle).
Keunggulan lain Pavilion Indonesia yang tidak dirasakan di booth lain, yakni pengunjung merasakan langsung keberagaman manusia Indonesia serta keramahannya. Sementara, kebanyakan paviliun lain, menggaet orang Jepang sebagai pemandu.
Baca juga : Dukung Gencatan Senjata Iran-Israel, Indonesia Harus Jadi Pioner Perdamaian
“Kami menggandeng sejumlah mahasiswa Indonesia untuk menjadi pemandu tur. Wajah-wajahnya kan tidak sama. Mulai dari Aceh hingga Papua, jadinya beragam sesuai berbagai macam suku,” ujar Dading yang juga Kepala Biro Perencanaan, Organisasi, dan Tata Laksana Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Selain memikat melalui visual dan pesan filosofis, Paviliun Indonesia juga menampilkan berbagai hiburan seni dan budaya. Tidak ketinggalan sajian kuliner yang membangkitkan nostalgia pengunjung yang pernah berkunjung ke Nusantara.
Baca juga : Mencerdaskan Akal, Menguatkan Mental: Pendidikan Indonesia di Persimpangan Digital
Penyelenggara menghadirkan bakso, soto ayam khas Lamongan, hingga pempek Palembang. Tak ketinggalan kopi Arabica Indonesia yang popular di Negeri Sakura itu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.