BREAKING NEWS
 

Kirim Surat Soal Tarif 32 Persen

Trump Kasih Penjelasan Dan Harapan Ke Prabowo

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : SISWANTO
Kamis, 10 Juli 2025 08:10 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: X/realDonaldTrump)

 Sebelumnya 
Untuk negara ASEAN seperti Myanmar, Laos, Thailand, Malaysia, dan Kamboja. Tarif yang dikenakan kepada Indonesia lebih besar dibandingkan tarif impor untuk Malaysia sebesar 25 persen. Namun, tarif yang dikenakan ke Indonesia masih lebih rendah dibandingkan Myanmar dan Laos sebesar 40 persen. Serta Thailand, dan Kamboja 36 persen.

Sebelumnya, untuk Vietnam, Trump mengumumkan akan mengenakan tarif impor 20 persen. Tarif ini lebih rendah dari yang dijanjikannya untuk mendinginkan ketegangan dengan mitra dagang terbesar ke-10, beberapa hari sebelum Trump menaikkan pungutan pada sebagian besar impor.

Trump menjelaskan, barang-barang Vietnam akan dikenakan tarif 20 persen dan pengiriman ulang dari negara-negara ketiga melalui Vietnam akan dikenakan tarif 40 persen. Vietnam juga dapat mengimpor produk-produk AS dengan tarif 0 persen.

“Merupakan suatu kehormatan besar bagi saya untuk mengumumkan bahwa saya baru saja membuat Perjanjian Perdagangan dengan Republik Sosialis Vietnam,” kata Trump.

Baca juga : Diselesaikan Mensesneg, Gaduh Istri Menteri UMKM Tak Sampai Ke Meja Presiden

Pakar hukum internasional dari Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana meminta Indonesia membatalkan negosiasi dengan AS.

“Menurut saya, Pak Menko nggak perlu datang, kalau sudah di Amerika, batalkan pertemuan dengan pihak AS. Kenapa? Karena surat sudah dikeluarkan oleh Trump. Pertanyaannya, lalu mau negosiasi apa?” kata Hikmahanto dalam pesannya kepada wartawan, Rabu (9/7/2025).

Hikmahanto mengatakan, Trump sudah membuat ancaman yang jelas terhadap negara-negara anggota BRICS.

“Ingat, Trump sudah mengancam bahwa terhadap negara-negara BRICS akan dikenakan tambahan 10 persen, berarti apa? 42 persen. Pertanyaan kita, apa negosiasi mau mengatakan kita akan keluar dari BRICS? Kan tidak mungkin. Pak Menko batalkan pertemuan dengan pihak Amerika Serikat, siapa pun itu, kembali,” pesannya lagi.

Baca juga : Dorong Daya Beli Masyarakat, BRI Berhasil Salurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) Senilai Rp 1,72 Triliun Ke 2,8 Juta Pekerja

Hikmahanto memberi saran, Indonesia membentuk koalisi dengan sejumlah negara untuk menghadapi tarif impor Trump. Menurut Hikmahanto, Indonesia dan sejumlah negara dapat membentuk kesan AS sebagai musuh bersama. Perlawanan berbagai negara terhadap tarif Trump, kata dia, dapat membuat situasi di AS bergejolak.

“Kalau kita bersatu, berkoalisi, nanti yang akan menderita itu rakyat Amerika Serikat. Karena dia lah yang akan membayar tarif-tarif yang tinggi itu. Jadi biarin saja, nanti rakyat Amerika yang akan menentukan nasib Trump. Sekali lagi yang perlu saya sampaikan, kita tunggu, jangan kemudian kita datang ke sana,” pungkasnya mengingatkan.

Malaysia Ajak Perkuat Regional

Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan perdagangan dunia sedang dijadikan senjata di tengah ancaman tarif impor Amerika Serikat (AS). Hal tersebut disampaikan Anwar saat membuka konferensi menteri luar negeri ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (9/7/2025).

Baca juga : AHY Bilang Demokrat Dukung Prabowo-Gibran Sampai Tuntas

PM Malaysia yang juga berstatus ketua ASEAN tahun 2025 mengajak negara-negara Asia Tenggara menyatukan sikap dalam menghadapi ancaman tarif AS. Dia menyerukan kepada ASEAN untuk berinvestasi dalam integrasi ekonomi regional dan mengurangi ketergantungan terhadap kekuatan eksternal.

Anwar mendesak negara-negara ASEAN bekerja sama menghadapi ancaman tarif. “Kepaduan kita jangan hanya berhenti pada deklarasi. Ini bukanlah badai yang lewat. Ini adalah cuaca baru untuk masa kita,” katanya, dikutip Associated Press. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense