BREAKING NEWS
 

Airlangga Dan Anak Buah Trump Negosiasi Tarif Dagang

Indonesia Dan Amerika Sudah Satu Frekuensi

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : SISWANTO
Jumat, 11 Juli 2025 08:10 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kanan) melaksanakan pertemuan dengan U.S. Secretary of Commerce Howard Lutnick (kedua kiri) di US, Amerika Serikat, Rabu (9/7/2025). (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

 Sebelumnya 
“PKE Kawasan itu, intinya regional untuk membawa ekspor ke negara nontradisional, memanfaatkan negara-negara pasar alternatif selain AS dan itu sudah triliunan kita salurkan,” ungkap Maqin.

Untuk diketahui. Melalui PKE Kawasan, ekspor Indonesia sudah masuk ke Amerika Latin, Eropa Timur, Middle East, Afrika, Asia Selatan. Ke depan, tidak menutup kemungkinan untuk meningkatkan ekspor ke negara lainnya.

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno memuji langkah diplomasi ini. Menurutnya, Prabowo membaca kebijakan tarif Trump sebagai proteksionisme, bukan tanda renggangnya hubungan RI-AS. “Strategi Prabowo jelas: jangan eskalasi, jaga hubungan, dan perkuat ekonomi dalam negeri,” ucap Eddy.

Baca juga : Jadi Tersangka Kasus Minyak, MRC Berstatus Buron

Langkah deregulasi juga terus digulirkan. Salah satunya lewat revisi Permendag No. 8/2024 agar aturan impor jadi lebih fleksibel dan pro usaha.

“Masuk BRICS bukan cuma cari gengsi, tapi ekspansi pasar. Biar nggak terus ngandelin Amerika,” tutup Eddy.

Seperti diketahui, Presiden Donald Trump menetapkan tarif dagang 32 persen untuk Indonesia. Keputusan itu sudah disampaikan langsung oleh Trump lewat surat bertanggal 7 Juli 2025 yang dikirim langsung ke Presiden Prabowo.

Baca juga : Para Menteri Tunggu Persetujuan Sri Mulyani

Surat yang terdiri dari 2 halaman ini ditulis mengatasnamakan Gedung Putih dan diunggah Trump di akun media sosial Truth Social pribadinya pada Selasa, 8 Juli 2025.

Dalam suratnya itu, Trump menjelaskan alasan AS menetapkan tarif 32 persen ke Indonesia. Salah satunya, perdagangan dengan Indonesia selama ini malah bikin AS rugi alias defisit.

“Demi perdagangan adil dan mengurangi defisit AS terhadap Indonesia, mulai 1 Agustus 2025, kami akan mengenakan tarif sebesar 32 persen kepada Indonesia atas semua produk Indonesia yang dikirim ke Amerika Serikat,” tulis Trump dalam suratnya.

Baca juga : 187.306 Anggota PSI Bakal Pilih Ketum Anyar

Trump menambahkan, kebijakan tarif tak tidak akan dikenakan jika Indonesia memutuskan membangun pabrik di AS. Namun, sayangnya AS mendapatkan hambatan perdagangan baik kebijakan tarif atau nontarif yang dilakukan Indonesia.

Trump juga memperingatkan Presiden Prabowo agar tak membalas kebijakan tarif yang diberikan AS. Jika membalas, AS mengancam mengenakan tarif lebih tinggi dari 32 persen.

Namun, Trump membuka opsi, kalau tarif ini bakal diubah. Hal itu tergantung pada hubungan AS dengan Indonesia. “Anda tidak akan pernah kecewa dengan AS. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!” ujar Trump menutup suratnya ke Prabowo. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense