BREAKING NEWS
 

Akses Keluar Masuk Dibatasi

90 Persen Infrastruktur Gaza Dikuasai Israel

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : SISWANTO
Senin, 14 Juli 2025 08:05 WIB
Warga Gaza, Palestina mengambil bantuan makanan. (Foto: Dok. UNRWA)

RM.id  Rakyat Merdeka - Situasi di Jalur Gaza makin mengenaskan. Akses keluar masuk bantuan logistik dan obat-obatan dibatasi. Sementara hampir 90 persen infrastruktur, dari rumah sakit, jaringan air, sampai sekolah, sudah dikuasai Israel.

Laporan PBB melalui Badan Urusan Pengungsi Palestina (UNRWA) menyebutkan, hampir 90 persen wilayah Gaza kini berada dalam zona militer dan berada dalam kekuasaan Israel. Warga sipil dipaksa angkat kaki dari tanah yang selama ini mereka pijak dan perjuangkan.

“188 instalasi UNRWA, atau lebih dari setengah fasilitas kami, kini berada di zona militer atau pengungsian,” bunyi laporan UNRWA, Sabtu (12/7).

Baca juga : Jajal Toilet Pintar Hingga Nikmati Halal Food Di Tokyo

Militer Israel (IDF) dalam sepekan terakhir mengeluarkan empat perintah evakuasi. Tiga di antaranya langsung berdampak pada fasilitas UNRWA yang selama ini jadi tulang punggung layanan kemanusiaan di Gaza.

Direktur Komunikasi UNRWA, Juliette Touma menyebut, pemindahan paksa ini hanya memperparah penderitaan warga Gaza yang sudah berkali-kali terusir dari tanahnya.

“Jika ini terus berlanjut, dunia akan menyaksikan terbentuknya kamp konsentrasi modern dalam skala besar,” kecam Touma kepada Al Jazeera English.

Baca juga : Ahmad Irawan: Tidak Perlu Ada Penambahan Anggota

UNRWA menyebut lebih dari 6.000 truk bantuan tertahan di perbatasan Mesir dan Yordania. Truk-truk tersebut memuat obat-obatan yang akan segera kedaluwarsa, makanan yang berisiko rusak, dan perlengkapan kebersihan yang sangat dibutuhkan di Gaza.

“Yang kami butuhkan adalah diakhirinya pengepungan, tercapainya gencatan senjata, dan akses penuh bagi UNRWA dan lembaga-lembaga PBB lain untuk melaksanakan mandat kemanusiaan kami,” tegas Touma.

Diketahui, pada Minggu (13/7/2025) waktu setempat, militer Israel kembali melancarkan serangan di kawasan Beit Hanoon, Gaza Utara. Israel mengklaim serangannya telah menghantam 35 target Hamas, termasuk instalasi bawah tanah.

Baca juga : I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi: Penting Agar Aduan Ditangani Lebih Cepat

Sementara itu, milisi Hamas dan Jihad Islam Palestina tidak tinggal diam. Mereka masih terus melancarkan balasan terhadap pasukan Israel yang masih aktif di kawasan Gaza City dan Khan Younis.

Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan sejak agresi militer dimulai pada Oktober 2023, sedikitnya 57.882 warga Palestina tewas dan 138.095 lainnya terluka. Sedangkan dari pihak Israel, tercatat 1.139 korban jiwa akibat serangan 7 Oktober 2023, serta lebih dari 200 orang luka-luka.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense