Sebelumnya
Indonesia menghentikan impor produk rendering dari Australia pada 1 September 2018, karena khawatir tentang penyebaran penyakit sapi gila dan kontaminasi produk babi.
Namun, Australia memastikan proses rendering akan dilakukan secara higienis dan memastikan kehalalan.
Baca juga : Nadin Amizah, Ribut Urusan Lagu, Diancam Gugatan
Dengan dibahasnya kembali rencana impor produk rendering, menurut Collins, akan menguntungkan Indonesia. Utamanya di aspek lapangan kerja.
“Itu baik untuk Australia, tetapi yang terpenting juga baik untuk Indonesia. Akan ada aliran pekerjaan di sini. Jadi, kami ingin melanjutkan hubungan dagang yang kuat ini,” ujarnya.
Baca juga : Dunia Alami Ketimpangan dan Krisis Keadilan
Selain itu, Australia juga menjadi pemasok utama gandum ke Indonesia. Bahan baku tersebut kemudian diolah menjadi berbagai produk pangan seperti mie.
Menanggapi kesepakatan perdagangan gandum antara Indonesia dan Amerika Serikat yang baru-baru ini terjadi, Collins menegaskan posisi strategis Australia sebagai mitra dagang utama.
Baca juga : Blokir Rekening yang Nganggur di Atas 3 Bulan, PPATK jadi Trending Topic
Indonesia merupakan pasar ekspor pertanian terbesar ke-5 Australia. Nilai perdagangan dua arah kedua negara sebesar 5,5 miliar dolar Australia (sekitar Rp 58,57 triliun) pada tahun fiskal 2023-2024. LDU
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Jumat, 1 Agustus 2025 dengan judul "Jajaki Kerja Sama Rendering Olahan Sapi Dengan RI, Menteri Australia Masak Steak Buat Wartawan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.