BREAKING NEWS
 

Massa Penuhi Jalanan Seoul, Mantan Ibu Negara Korsel Diperiksa Tim Jaksa 

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Kamis, 7 Agustus 2025 10:01 WIB
Mantan Ibu Negara Korea Selatan Kim Keon Hee (tengah) saat memasuki gedung Kejaksaan di Seoul, untuk menjalani pemeriksaan, Rabu (6/8/2025). (Foto Yonhap News)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jalan utama di pusat kota Seoul, Korea Selatan (Korsel), dipadati massa pro dan anti mantan Presiden Yoon Suk Yeol dan mantan Ibu Negara Kim Keon Hee, Rabu (6/8/2025). Mereka berkumpul saat Kim memenuhi panggilan interogasi tim jaksa khusus untuk penyelidikan kasus suap.

Lebih dari 500 pendemo berkumpul dan memenuhi jalan di sekitar gedung kejaksaan KT Gwanghwamun di Jongno-gu sejak pukul 7 pagi waktu setempat. 

Aksi ini membuat kesal para pekerja yang memiliki kantor di sekitar area aksi massa. “Saya harus segera sampai kantor. Demonstran ini menghalangi jalan,” keluh pria dengan nama depan Hyeong dikutip dari Yonhap, Rabu (6/8/2025).

Kim Keon Hee menjadi mantan ibu negara Korsel pertama yang tersangkut kasus kriminal. Tim jaksa melakukan pemeriksaan atas Kim terkait beberapa tuduhan seperti manipulasi saham hingga suap.

Baca juga : Di Kalsel, Menteri Nusron Bicara Konflik Tanah Ulayat

Dikutip dari Yonhap, Rabu (6/8/2025), kedatangan Kim diawasi ratusan jurnalis dalam dan luar negeri serta ratusan pendemo.  Para pendukung Yoon dan Kim memasang spanduk bertuliskan ‘penyidik harus adil’ dan ‘lindungi hak perempuan.’

Sementara massa anti Yoon dan Kim tidak mau kalah heboh dengan meneriakkan yel-yel. “Hancurkan rezim Yoon dan Kim”.

Tim penyidik mulai memeriksa Kim pukul 10.10 waktu setempat. Sebelum memasuki kantor kejaksaan di Seoul, Kim berbicara kepada jurnalis.

Adsense

“Saya dengan tulus meminta maaf karena telah menimbulkan masalah meski saya bukan orang penting. Saya akan bekerja sama sepenuhnya dalam penyelidikan ini,” ujarnya.

Baca juga : Medan Perluas Layanan Bus Listrik, Targetkan 14 Koridor Hingga 2027

Kim dituduh berkolusi dengan pedagang saham untuk menaikkan harga saham suatu perusahaan tahun 2009 dan 2012.  Dari hasil kolusi tersebut, Kim menerima hadiah mewah seperti tas tangan desainer senilai 2.200 dolar AS atau sekitar Rp 36 juta.

Selain itu, Kim juga dituduh mencampuri proses pencalonan anggota parlemen dari People Power Party atau Partai Kekuatan Rakyat, partai yang mengusung suaminya.

Kim juga terlibat kasus dugaan pemalsuan resume dan melebih-lebihkan kemampuannya saat melamar untuk mengajar di Universitas Women Suwon pada 2007 dan di Universitas Anyang pada 2013.

Di Universitas Women Suwon, Kim mengklaim sebagai Direktur Asosiasi Industri Game Korea selama tiga tahun sejak 2002. Asosiasi ini padahal baru didirikan pada 2004.

Baca juga : Suaminya Dipenjara, Mantan Ibu Negara Korsel Kesandung Suap & Plagiat

Kemudian di Universitas Anyang, Kim mengaku menang hadiah utama dalam kategori animasi Penghargaan Konten Korea 2004.

Saat Kim diperiksa, suaminya, Yoon juga terjerat kasus. Yoon sedang ditahan atas penerapan darurat militer pada Desember 2024.

Keputusan pelaksanaan status darurat militer ini menyebabkan Yoon dimakzulkan. Yoon pun dicopot dari jabatannya pada April lalu, sehingga mendorong Korsel k mengadakan Pemilu pada Juni lalu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense