Sebelumnya
Negara-negara besar yang menyatakan siap mendukung kemerdekaan Palestina, di antaranya Prancis, Inggris, Spanyol, dan Kanada.
Di dalam negeri, dukungan terhadap Palestina juga datang dari Presiden Prabowo Subianto. Dalam pertemuan dengan Presiden Peru Dina Ercilia Boluarte Zegarra di Jakarta, Senin (11/8/2025), Prabowo menegaskan, Indonesia dan Peru sepakat mendorong kemerdekaan Palestina.
“Kami akan bekerja sama untuk mewujudkan solusi dua negara,” ujar Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (11/8/2025).
Baca juga : TB Hasanuddin: Dukungan Perlu, Tapi Harus Hati-hati Juga
Sementara itu, situasi di Israel memanas setelah Kabinet Keamanan setempat menyetujui rencana mengambil alih kontrol keamanan atas Kota Gaza. PM Israel PM Israel Benjamin Netanyahu menyebut langkah ini sebagai strategi menekan Hamas dan membebaskan sandera yang masih ditahan.
“Ini adalah cara terbaik untuk mengakhiri perang,” kata Netanyahu, seperti dikutip AFP, Senin (11/8/2025).
Namun, rencana tersebut memicu protes besar di berbagai kota di Israel. Keluarga sandera dan ribuan demonstran menuntut perang dihentikan dan negosiasi dimulai. Penolakan bahkan datang dari sebagian petinggi militer yang khawatir langkah ini justru memperpanjang konflik.
Baca juga : Dave Laksono: Ini Bentuk Solidaritas, Bukan Relokasi Permanen
Dari Eropa, Kanselir Jerman Friedrich Merz menegaskan, pemerintahnya akan menangguhkan persetujuan ekspor senjata yang dapat digunakan di Gaza. “Kami tidak bisa mengirimkan senjata ke dalam konflik yang saat ini diupayakan semata-mata dengan cara militer,” ujarnya kepada televisi ARD, dikutip Senin (11/8/2025).
Merz menyatakan, Jerman tetap mendukung hak Israel untuk membela diri, tapi ia menilai eskalasi militer terbaru sulit membawa hasil yang efektif dalam pembebasan sandera.
Bahkan, operasi militer Israel di Jalur Gaza dapat merenggut ratusan ribu nyawa dan memaksa evakuasi seluruh penduduk Gaza.
Baca juga : Legislator Minta Jaminan Perlindungan Data Pribadi
“Kita tidak bisa melakukan itu, kita tidak akan melakukan itu, dan saya tidak akan melakukan itu,” imbuh Merz. [BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.