RM.id Rakyat Merdeka - Tari Indang atau Dindin Badindin dari Indonesia memukau para penonton di The State Kremlin Palace saat perayaan Hari Ulang Tahun Ke-60 Peoples’ Friendship University of Russia (RUDN University), Sabtu (8/2).
Tarian tersebut dipersembahkan oleh para mahasiswa Indonesia yang belajar di Moskow. Gerakan rancak dan dinamis dari para penari ditambah corak pakaian yang menarik, menjadi perhatian penonton yang memenuhi tempat konser bergengsi ini. Iringan suara lagu Tari Indang menggema di ruang konser yang berkapasitas 6.000 tempat duduk.
Para penonton seakan terbawa suasana. Ada juga yang menepukkan tangan mengikuti irama lagu dan gerakan tarian para penari di atas panggung. Para pengisi acara yang berdiri di samping kiri dan kanan panggung juga ikut menggerakan badannya dan menari.
Riuh tepuk tangan terdengar di akhir tarian. Terdengar suara penonton yang meneriakan kata “bravo… bravo…”.
Baca juga : Guardiola Yakin Messi Pensiun di Barca
Ketua Asosiasi Mahasiswa Indonesia di RUDN University, Willibrordus Duarmas mengatakan, keikutsertaan mahasiswa Indonesia di panggung utama gedung pusat konser di Rusia ini bukan hal yang mudah. Tiap tim kesenian mahasiswa dari suatu negara harus mendaftar dan mengikuti proses seleksi atau audisi yang panjang. Indonesia terpilih menjadi salah satu peserta bersama sejumlah negara lainnya.
“Sangat senang dapat berkontribusi bukan hanya untuk universitas, tapi mempresentasikan negara kita di hadapan para pejabat tinggi dan masyarakat Rusia, serta tamu undangan dari berbagai negara lainnya,” kata Willy, mahasiswa fakultas kedokteran RUDN University.
Menurut Willy, penampilan ini bukan didasari keprofesionalan seorang penari. Tetapi dari para mahasiswa yang merupakan calon-calon dokter, insinyur, ekonom, atau ahli bidang lainnya berupaya sebaik mungkin mempertunjukan dan mempromosikan budaya bangsa Indonesia pada acara tersebut.
Selain Indonesia, ditampilkan juga berbagai persembahan tarian, lagu dan alat musik dari berbagai negara. Di antara negara-negara yang mempersembahkan penampilannya adalah Rusia, Afrika Selatan, Jerman, Kongo, Kamerun, Kazakhstan, Palestina, China, Prancis dan Vietnam.
Baca juga : Kemenhub Temukan Kendaraan Berkecepatan Di Atas 80 Km Per Jam
RUDN University yang didirikan 5 Februari 1960 memiliki kedekatan sejarah dengan Indonesia. Saat kunjungan ke Indonesia, 21 Februari 1960 Ketua Dewan Menteri Uni Soviet, Nikita Khrushchev menyampaikan untuk pertama kalinya kepada publik tentang pendirian universitas ini di Moskow yang ditujukan untuk membantu mempersiapkan kader-kader bangsa dari negara-negara Amerika Latin, Afrika dan Asia.
RUDN University merupakan salah satu perguruan tinggi terkemuka tidak hanya di Rusia, tetapi juga di dunia. Saat ini di RUDN ada 32.000 mahasiswa, 9.500 orang di antaranya mahasiswa asing yang berasal dari 158 negara, termasuk Indonesia.
Pada era Presiden Soekarno tidak sedikit mahasiswa Indonesia yang dikirim dan belajar di RUDN yang sebelumnya dikenal Universitas Patris Lumumba. Mahasiswa Indonesia sangat dikenal di universitas tersebut karena peran aktif dan kreativitasnya. Saat ini di RUDN ada 31 orang mahasiswa Indonesia.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Surpiyadi, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas peran serta mahasiswa Indonesia yang turut serta mempromosikan Indonesia di Rusia. Selain balajar, para mahasiswa Indonesia juga sebagai duta bangsa.
Baca juga : Perbanyak Startup Dan Perkuat Industri Manufaktur
“Kita sama-sama promosikan Indonesia di Rusia dengan berbagai upaya, termasuk melalui peran aktif mahasiswa untuk lebih mendekatkan hubungan kedua bangsa,” kata Dubes Wahid.
Sementara, sebagai bagian dari promosi budaya Indonesia di Rusia, Tim Kesenian KBRI Moskow “Kirana Nusantara Dance” mempersembahkan Tari Cendrawasih pada Global Festival 2020 dalam rangkaian kegiatan “The 72th International Presidents Meeting AIESEC 2020” di Moskow 9 Februari 2020. [WHY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.