RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto kembali sepanggung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping. Kali ini, terjadi dalam forum BRICS Leaders Virtual Meeting, Senin (9/9/2025). Dalam forum ini, Prabowo menyampaikan pandangan tentang geopolitik dan geoekonomi.
Prabowo menghadiri forum tersebut dari kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta Selatan. Ia duduk di kursi kulit dengan meja panjang di depannya yang dihiasi bendera Merah Putih dan papan nama bertuliskan “Indonesia”. Di atas meja juga terlihat buku catatan.
Di hadapannya terpampang monitor besar yang menayangkan Putin, Jinping, serta kepala negara dan perwakilan anggota BRICS lainnya. Mereka antara lain Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Putra Mahkota Uni Emirat Arab Khaled bin Mohamed bin Zayed, Menteri Luar Negeri Ethiopia Gedion Timothewos, dan Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar.
Baca juga : Dikumpulkan Di Kertanegara, Kader Gerindra Dilarang Flexing
Para pemimpin itu mengenakan pakaian sipil resmi. Sementara Prabowo tampil dengan jas abu-abu dan dasi biru kehitaman.
Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung persoalan geopolitik dan geoekonomi. Ia menilai perdagangan dan keuangan global kini dimainkan sebagai senjata politik dengan mengabaikan hukum internasional.
“Yang berkuasa adalah yang benar, negara kecil yang kurang berkuasa terintimidasi, perdagangan dan keuangan menjadi senjata, terjadilah double bahkan triple standard,” ujar Prabowo.
Baca juga : Ucapkan Ultah, Gibran Hormat ke SBY
Karena itu, Prabowo menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah BRICS memperkuat kerja sama multilateral. Ia menegaskan sudah saatnya BRICS menunjukkan kekuatannya. “Indonesia berkomitmen untuk bekerja lebih dekat dengan semua negara BRICS,” kata Prabowo.
Menurutnya, BRICS kini menjadi pilar penting dalam tatanan ekonomi global. Pasalnya, negara-negara anggota BRICS mewakili lebih dari separuh populasi dunia dengan kontribusi lebih dari 40 persen terhadap PDB global.
“BRICS memiliki negara dengan ekonomi terbesar, populasi terbesar, pasar terbesar, serta sumber daya alam dan sumber daya kritis terbesar,” jelas Prabowo.
Baca juga : Ulang Tahun Bintang Mercy Tanpa Pesta Dan Alunan Musik
Mantan Danjen Kopassus itu menekankan pentingnya menjaga keterbukaan dan koordinasi antaranggota BRICS. Menurutnya, BRICS terus berkembang sebagai kekuatan baru. Indonesia pun siap mendukung keberlanjutannya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.