Dark/Light Mode

Jumlah Yang Melantai Di Bawah Target

Perusahaan Tertarik IPO Tunggu Pasar Kondusif

Rabu, 10 September 2025 06:35 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi. (Foto: Instagram/inarnodjajadi)
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi. (Foto: Instagram/inarnodjajadi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jumlah perusahaan yang melantai di bursa saham di bawah target. Hal ini terjadi karena perusahaan memandang saat ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan Initial Public Offering (IPO). Mereka menunggu pasar domestik benar-benar kondusif.

Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Ryan Kiryanto mengatakan, perusa­haan yang ingin melantai di bursa, tentu ingin mendapatkan perolehan dana segar secara maksimum, sehingga bisa menopang opera­sional maupun rencana ekspansi perusahaan.

Untuk itu, perusahaan pun harus melihat kondisi pasar se­belum memutuskan untuk IPO.

Baca juga : Ekspor Ventilator Dan Mesin Anestesi Tembus Rp 266 M

“Kalau kondisinya tidak kon­dusif, penyerapan pasarnya ren­dah. Padahal, perusahaan pasti ingin maksimum dalam meraih pendanaannya,” ujar Ryan ke­pada Rakyat Merdeka, kemarin.

Karenanya, imbuh mantan Ekonom BNI ini, tidak heran bila jumlah perusahaan yang mau IPO masih jauh dari yang ditargetkan Bursa Efek Indone­sia (BEI).

Karena ada kekhawatiran, IPO yang dipaksakan saat kondisi pasar modal tidak kondusif, maka berisiko tidak terserap.

Baca juga : Layanan Harus Nyampe Hingga Ke Gang Sempit

“Untuk menunggu sampai waktu kondusif, perkiraan saya, orang akan menunggu sampai di triwulan ke empat tahun ini,” katanya.

Sebagai informasi, hingga 4 September 2025, ada 22 emiten baru yang menggelar IPO, dengan nilai emisi sebesar Rp 10,39 triliun. Padahal, BEI menargetkan ada 66 emiten baru yang akan mengadakan penghimpunan dana melalui aksi IPO.

Terpisah, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mengatakan, hingga saat ini ada 10 calon emiten yang telah mengajukan proses per­nyataan pendaftaran penawaran umum perdana saham (IPO).

Baca juga : Menang 5-4 Atas Israel, Kegilaan Italia

“Ini sedang dalam proses penelaahan, dengan total nilai emi­si diperkirakan Rp 5,3 triliun,” ujar Inarno, dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK, di Jakarta, Kamis (4/9/2025).

Namun Inarno meyakini, jumlah perusahaan yang akan melakukan IPO masih akan terus bertambah.

Hal ini seiring dengan rata-rata laporan keuangan periode Juni 2025, yakni selesai dilakukan audit menyeluruh pada September 2025.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.