BREAKING NEWS
 

Menteri AI Albania Unjuk Gigi Di Parlemen, Jepang Tak Mau Ketinggalan

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Jumat, 19 September 2025 06:40 WIB
Menteri Albania untuk urusan tender dari kecerdasan buatan, bicara di Parlemen Albania, Kamis (18/9/2025). (Foto Tangkapan Layar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dunia politik kini tak lagi hanya milik manusia. Setelah geger oleh pengangkatan seorang asisten kecerdasan buatan (AI) bernama Diella sebagai "menteri" di Albania, kini giliran Jepang yang membuat terobosan serupa. Sebuah partai baru di Negeri Matahari Terbit, Path to Rebith menunjuk bot sebagai ketua partainya.

Perdana Menteri (PM) Albania Edi Rama mengumumkan pengangkatan Diella sebagai bagian dari kabinetnya dalam pidato resmi kenegaraan, Jumat (12/9/2025). Diella, yang berarti "matahari" dalam bahasa Albania, ditugaskan untuk mengawasi seluruh proses tender publik dan memastikan semua transaksi berjalan 100 persen bebas dari korupsi.

"Diella adalah anggota (pemerintah) pertama yang tidak hadir secara fisik, tetapi secara virtual diciptakan oleh kecerdasan buatan," kata Rama saat memperkenalkan kabinet barunya dalam rapat Partai Sosialis menyusul kemenangan besar dalam pemilu 11 Mei lalu, dilansir Reuters.

Perjuangan melawan korupsi, khususnya di bidang administrasi publik, merupakan kriteria utama dalam upaya Albania untuk bergabung dengan Uni Eropa. Rama bercita-cita untuk memimpin negara Balkan berpenduduk 2,8 juta jiwa ini ke dalam blok politik yang berisi 27 negara itu pada 2030. ​

Kamis (18/9/2025), Menteri AI itu memulai debutnya bicara di Parlemen Albania.

Baca juga : Banjir Parah Di Bali Dan NTT, 15 Orang Meninggal

"Konstitusi berbicara tentang lembaga-lembaga yang melayani masyarakat. Konstitusi tidak berbicara tentang kromosom, daging atau darah," kata avatar tersebut dalam pidato tiga menit yang disampaikan dari dua layar besar.

"Konstitusi berbicara tentang tugas, akuntabilitas, transparansi, pelayanan yang tidak diskriminatif. Saya jamin bahwa saya mewujudkan nilai-nilai tersebut sama ketatnya dengan setiap rekan kerja manusia, bahkan mungkin lebih," tambah menteri bot itu.

Dia digambarkan sebagai seorang perempuan cantik berwajah ramah dengan pakaian tradisional Albania.

Diella diluncurkan pada Januari sebagai asisten virtual AI. Dia membantu orang-orang menggunakan platform resmi e-Albania yang menyediakan dokumen dan layanan.

Adsense

Sejauh ini, platform tersebut telah membantu menerbitkan 36.600 dokumen digital dan menyediakan hampir 1.000 layanan melalui platform tersebut, menurut data resmi.

Baca juga : Menkeu Purbaya: Ekonomi Indonesia Tahan Banting Di Tengah Tarif Tinggi AS

Keputusan ini tak pelak menuai pro dan kontra. Bagi para pendukung, Diella disebut kebal terhadap godaan suap, ancaman, dan konflik kepentingan. Namun, pihak oposisi khawatir pengangkatan adalah trik politik untuk menutupi kelemahan Pemerintah. Mereka juga menilai status Dellia inkonstitusional dan tidak punya dasar hukum yang kuat.

Pihak yang kontra mempertanyakan apa benar AI ini benar-benar tidak bisa dimanipulasi.

Jepang Tak Mau Ketinggalan

​Tak hanya Albania, Jepang juga menunjukkan ketertarikan serupa. Sebuah partai baru yang didirikan para ahli teknologi dilaporkan menunjuk seorang AI sebagai ketua. Alasan mereka sama: AI mampu membuat keputusan yang lebih rasional, bebas dari emosi dan kepentingan pribadi yang kerap membuat politik menjadi kotor.

Partai itu namanya Jalan Menuju Kelahiran Kembali (Path to Rebirth) yang diluncurkan pada Januari 2025 oleh Shinji Ishimaru, mantan wali kota sebuah kota kecil di Jepang. Yakni kota Akitakata di prefektur Hiroshima.

Meskipun informasi mengenai AI ketua partai di Jepang ini masih terbatas, langkah tersebut menegaskan tren global bahwa teknologi mulai merangsek masuk ke ranah kekuasaan. Para pendukung partai tersebut meyakini bahwa AI dapat menganalisis data dan kebutuhan rakyat secara lebih akurat, sehingga kebijakan yang dihasilkan akan lebih tepat sasaran.

Baca juga : Belum Setahun Kerja, Kabinet Di-Reshuffle

Partai itu diketahui tidak memiliki platform kebijakan, dan para anggotanya bebas menentukan agenda mereka sendiri.

Ishimaru secara tak terduga berada di posisi kedua dalam pemilihan Gubernur Tokyo 2024 berkat kampanye daring yang sukses. Namun, dia keluar dari partai setelah gagal memperoleh satu pun kursi dalam pemilihan Majelis Tinggi tahun ini.

"Pemimpin baru (partai) adalah AI," ujar Koki Okumura, mahasiswa doktoral penelitian AI yang menggambarkan dirinya sebagai asisten ketua partai baru, dalam konferensi pers, di Universitas Kyoto, Selasa (16/9/2025), dilansir Channel News Asia (CNA).

"Rincian tentang AI-nya masih belum diputuskan, termasuk kapan dan bagaimana akan diterapkan," kata Okumura (25).

Meski menarik perhatian media, Partai Jalan Menuju Kelahiran Kembali masih kesulitan untuk mendapatkan kursi. Seluruh 42 kandidatnya kalah dalam pemilihan Majelis Metropolita Tokyo Juni lalu, dan seluruh 10 kandidatnya yang mencalonkan diri dalam pemilihan  Majelis Tinggi Juli juga mengalami kekalahan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense