RM.id Rakyat Merdeka - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendukung proposal perdamaian yang diajukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri konflik di Gaza, Palestina. Netanyahu memperingatkan, Israel akan bertindak tegas terhadap Hamas jika menolak rencana tersebut.
Hal tersebut disampaikan Netanyahu saat memberikan keterangan pers bersama usai bertemu Trump di Gedung Putih, Washington DC, AS, Selasa (30/9/2025). Pernyataan pers tersebut ditayangkan Gedung Putih di kanal YouTube resminya.
Ada beberapa hal menarik dalam pernyataan pers tanpa sesi tanya jawab dengan para jurnalis ini. Trump memuji sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Prabowo Subianto, Erdogan, MBZ, Emir Qatar, dan Perdana Menteri Pakistan. Menurutnya, para pemimpin tersebut telah berperan penting mendukung perdamaian di Gaza dan kawasan Timur Tengah. Di saat yang sama, Trump juga menyindir beberapa negara Eropa yang mengakui Palestina. Presiden dari Partai Republik itu pun mengkritik PBB, serta menyinggung pendahulunya Joe Biden dan Barack Obama.
Trump kemudian menawarkan proposal perjanjian perdamaian untuk mengakhiri konflik di Gaza.
Baca juga : Koleksi Ryse and Shyne Resmi Diluncurkan Dukung Penampilan Kaum Wanita
Trump kemudian menawarkan proposal perjanjian perdamaian untuk mengakhiri konflik di Gaza dan menciptakan stabilitas jangka panjang di kawasan. Total ada 20 poin. Beberapa di antaranya soal gencatan senjata, pembebasan sandera oleh Hamas dalam waktu 72 jam, pelucutan senjata Hamas, hingga penarikan pasukan Israel secara bertahap. Selanjutnya, otoritas transisi pascaperang akan dibentuk di Gaza dengan pengawasan internasional, termasuk oleh Trump sendiri.
"Semua sandera Israel, baik yang masih hidup maupun meninggal, harus dikembalikan oleh Hamas dalam waktu 72 jam setelah perjanjian diteken," kata Trump.
Jika Hamas menerima proposal, kelompok itu dilarang lagi terlibat dalam politik maupun keamanan Gaza. Seluruh pimpinan, anggota, dan senjata Hamas akan dilucuti, sementara Otoritas Palestina di Tepi Barat dinilai gagal memimpin dan digantikan oleh sosok baru yang dianggap mampu menciptakan perdamaian dan diterima dunia.
Trump menekankan bahwa lobi agar Hamas menerima proposal ini diserahkan kepada para pemimpin Arab dan Muslim yang disebutnya, termasuk Prabowo, MBZ, dan Erdogan. Selain itu, akan dibentuk lembaga internasional perdamaian, termasuk mantan PM Inggris Tony Blair, untuk merancang peta jalan baru bagi Palestina.
Baca juga : Kemenhub Dukung GAC AION-Grab Kampanyekan Keselamatan Berkendara Di Jakarta
Sementara itu, Netanyahu mendukung penuh rencana yang diusulkan Trump. "Saya mendukung rencana Anda untuk mengakhiri perang di Gaza yang sesuai dengan tujuan Israel," kata Netanyahu.
Netanyahu menambahkan, jika Hamas menolak atau menentang rencana tersebut, Israel tidak akan ragu mengambil langkah sendiri. "Jika Hamas menolak rencana ini, atau tampak setuju tapi kemudian melawannya, Israel akan menyelesaikan tugasnya sendiri," ujarnya.
Netanyahu menuntut Palestina mengakui keberadaan Israel. Hanya saja, dalam pernyataan itu tidak disebut pengakuan negara Palestina merdeka atau solusi dua negara. Israel tetap akan mengontrol keamanan wilayah Palestina jika proposal dijalankan, dan akan mengambil tindakan militer jika Hamas menolak kesepakatan.
Hamas hingga kini belum memberi tanggapan resmi atas proposal Trump yang diumumkan di Gedung Putih.
Isi 20 Poin Rencana Perdamaian Trump
Baca juga : BKSAP DPR: Solusi 2 Negara Kunci Perdamaian Abadi Di Timur Tengah
Rencana 20 poin Trump bertujuan mengakhiri hampir dua tahun konflik di Gaza. Berikut poin lengkapnya.
- Gaza menjadi zona bebas teror, tidak mengancam negara tetangga.
- Rehabilitasi Gaza untuk kepentingan rakyat yang menderita.
- Jika disetujui, perang berakhir dan Israel menarik pasukannya secara bertahap.
- Sandera dibebaskan dalam 72 jam setelah Israel menerima kesepakatan.
- Israel membebaskan tahanan Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, sebagai pertukaran jenazah sandera.
- Anggota Hamas yang menyerahkan senjata akan mendapat amnesti atau jalur aman meninggalkan Gaza.
- Bantuan kemanusiaan dan pembangunan kembali infrastruktur Gaza segera dilaksanakan.
- Distribusi bantuan dilakukan tanpa campur tangan pihak manapun, lewat PBB dan lembaga internasional.
- Gaza akan dikelola sementara oleh komite teknokratis Palestina dengan pengawasan Dewan Perdamaian internasional, dipimpin Trump.
- Pembangunan ekonomi Gaza dipandu panel pakar internasional.
- Dibentuk zona ekonomi khusus untuk menarik investasi.
- Warga bebas tinggal atau pergi dari Gaza.
- Hamas dan faksi lainnya dilarang mengendalikan tata kelola; semua infrastruktur militer dihancurkan.
- Jaminan dari mitra regional agar Gaza tidak mengancam negara tetangga.
- Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) dikerahkan untuk mendukung keamanan internal.
- Israel tidak akan menduduki atau mencaplok Gaza; penarikan dilakukan bertahap sesuai kesepakatan.
- Jika Hamas menunda atau menolak, bantuan tetap dijalankan di zona bebas teror.
- Dialog antaragama dibangun untuk menanamkan toleransi dan koeksistensi damai.
- Program reformasi Otoritas Palestina membuka jalur menuju penentuan nasib sendiri rakyat Palestina.
- AS memfasilitasi dialog politik Israel-Palestina untuk koeksistensi damai jangka panjang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.