Dark/Light Mode

SKK Migas dan Pertamina EP Dukung Petani Lewat Peningkatan Irigasi & Jalan Usaha

Kamis, 11 September 2025 19:07 WIB
SKK Migas bersama Pertamina EP, Pemkab Indramayu dan Kementan meresmikan perbaikan jaringan irigasi di kawasan pengganti LP2B di Desa Jatisura, Kabupaten Indramayu. (Foto: Dok. Pertamina EP)
SKK Migas bersama Pertamina EP, Pemkab Indramayu dan Kementan meresmikan perbaikan jaringan irigasi di kawasan pengganti LP2B di Desa Jatisura, Kabupaten Indramayu. (Foto: Dok. Pertamina EP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Pertamina EP, Pemerintah Kabupaten Indramayu dan Kementerian Pertanian meresmikan perbaikan jaringan irigasi dan jalan usaha tani sepanjang 718 meter di kawasan pengganti Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Desa Jatisura, Kabupaten Indramayu.

Proyek perbaikan ini merupakan bagian dari pemenuhan kewajiban alih fungsi lahan LP2B untuk kepentingan umum, dalam hal ini pengembangan di sektor energi migas.

Di kesempatan yang sama, juga dilakukan serah terima bantuan sarana alat dan mesin, serta sarana produksi pertanian dari SKK Migas dan Pertamina EP kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu.

Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Eka Bhayu Setta mengatakan, persetujuan Alih Fungsi LP2B untuk operasi hulu migas adalah yang pertama di Indonesia.

“Peresmian ini merupakan tonggak sejarah dan awal mula sinergi sektor hulu migas dan pangan," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (11/9/2025).

Eka menegaskan, SKK Migas berkomitmen untuk mengelola sektor hulu migas dengan penuh tanggung jawab dan menjaga keseimbangan dengan sektor pertanian.

“Hal ini demi tercapainya swasembada energi dan swasembada pangan sesuai Asta Cita yang dicanangkan Presiden Prabowo,” tuturnya.

Baca juga : KPK Pastikan Penetapan Tersangka Rudy Tanoe Sesuai Ketentuan

Sementara itu, Direktur Pertamina EP Rachmat Hidajat menekankan pentingnya keberlanjutan dalam pengelolaan lahan pengganti.

“Tidak hanya lahan pengganti yang kami serah terimakan hari ini. Sarana pendukung lainnya juga kami sertakan,” katanya.

Sejumlah peralatan dan perlengkapan untuk mendukung produksi pertanian diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu.

Bantuan tersebut mencakup dua unit traktor rotari, sepuluh unit alat semprot, agens Hayati, pupuk organik dan benih.

“Kami juga berkomitmen untuk melakukan pendampingan kepada kelompok tani di Desa Jatisura selama 2 tahun ke depan,” ujarnya. Yakni, dengan mereplikasi program tanggung jawab sosial dan lingkungan ‘Jari Tangan’ (Kerja Tani Berdikari dan Tahan Pangan), yang sebelumnya sudah dilakukan di kawasan yang berdekatan dengan wilayah operasi kami di Kabupaten Indramayu.

“Proyek alih fungsi lahan ini juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal, terutama para petani, agar mereka dapat mengelola dan menjaga infrastruktur yang telah dibangun,” ungkap Rachmat.

Koordinasi antara Pemerintah Daerah, SKK Migas, Pertamina EP, dan masyarakat lokal menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini.

Baca juga : Pemerintah Harus Tetap Gencarkan Operasi Pasar

Dalam jangka panjang, program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung kelangsungan pasokan energi dalam negeri, dengan tetap menjaga prinsip keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Dia menekankan, hasil kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan dua sektor strategis nasional, pangan dan energi bisa berjalan seiring, harmonis, dan saling mendukung jika dilandasi komitmen kuat serta perencanaan yang matang.

“Kami berharap, keberhasilan ini dapat menjadi contoh penerapan kebijakan tata guna lahan yang berkeadilan dan berkelanjutan di wilayah lainnya,” ujar Rachmat.

Di kesempatan yang sama, Bupati Indramayu Lucky Hakim menegaskan, Kabupaten Indramayu dikenal sebagai lumbung pangan Jawa Barat, dengan luasan lahan pertanian pangan berkelanjutan mencapai 86.486 hektare (ha).

“Kami mengapresiasi pembangunan infrastruktur dan pendampingan yang dilakukan oleh SKK Migas dan Pertamina EP untuk mendukung peningkatan hasil produksi pertanian pangan di Indramayu,” ucapnya.

Upaya ini diharapkan dapat mendorong pencapaian swasembada pangan di Provinsi Jawa Barat. “Saya berharap, pelaksanaan kegiatan ini menjadi sebuah sinergitas dan kolaborasi semua pemangku kepentingan dalam membangun Kabupaten Indramayu yang lebih maju,” katanya.

Pengalihan sebagian lahan LP2B dilakukan atas dasar kepentingan umum sebagaimana diatur dalam UU No. 41 Tahun 2009. Namun, pengalihan ini wajib diimbangi dengan penyediaan lahan pengganti yang setara secara fungsi dan produktivitas.

Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Mampang Semarakkan Hari Pelanggan Nasional

Berdasarkan kajian teknis yang difasilitasi oleh Universitas Padjajaran, Desa Jatisura dipilih sebagai lokasi lahan pengganti, dengan kondisi lahan yang masih perlu ditingkatkan infrastrukturnya. Kondisi jaringan irigasi di Desa Jatisura sebelumnya hanya berupa saluran sederhana.

Jalan usaha tani pun masih berupa jalan tanah yang rentan genangan. Dengan dilakukan sejumlah perbaikan, diharapkan produktivitas dan indeks pertanaman dapat meningkat secara signifikan.

Program dukungan ketahanan pangan yang dilakukan Pertamina EP di Desa Jatisura meliputi perbaikan dan pembangunan sarana dan prasarana penunjang pertanian, serta peningkatan kapasitas petani desa.

Peningkatan jaringan irigasi tersier dan pengeboran sumur-sumur air dilakukan untuk mendukung pengairan 114,85 ha lahan sawah. Selain itu juga dibangun jalan usaha tani berbahan beton sepanjang 718 meter untuk mendukung mobilisasi hasil panen, yang akan sangat bermanfaat terutama saat musim hujan tiba. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.