Sebelumnya
Para menteri juga menekankan kesiapan mereka untuk terlibat secara positif dan konstruktif bersama AS dan seluruh pihak terkait, guna menyelesaikan perjanjian damai serta memastikan pelaksanaannya berjalan efektif. Upaya itu dipandang krusial untuk menjamin perdamaian, keamanan, dan stabilitas bagi rakyat di kawasan.
Lebih jauh, para menteri menegaskan kembali komitmen bersama untuk mengakhiri perang di Gaza melalui kesepakatan komprehensif yang mencakup pengiriman bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, pencegahan pemindahan paksa warga Palestina, pembebasan sandera, dan pembentukan mekanisme keamanan yang mampu menjamin keselamatan semua pihak.
Kesepakatan itu diharapkan dapat mengarah pada penarikan pasukan Israel, percepatan rekonstruksi Gaza, dan terciptanya jalan perdamaian yang adil melalui solusi dua negara. “Di mana Gaza terintegrasi sepenuhnya dengan Tepi Barat dalam kerangka negara Palestina yang sah sesuai hukum internasional,” tutup pernyataan bersama.
Baca juga : Gubernur Minta ASN Dan Kades Gunakan Medsos Secara Baik Fauzan Fuadi
Lalu, apa tanggapan Israel? PM Israel Benjamin Netanyahu menyatakan dukungan penuh terhadap rencana yang diusulkan Trump. “Saya mendukung rencana Anda untuk mengakhiri perang di Gaza yang sesuai dengan tujuan Israel,” kata Netanyahu.
Netanyahu menegaskan, jika Hamas menolak atau menentang rencana tersebut, Israel tidak akan ragu mengambil langkah tegas.
“Jika Hamas menolak rencana ini, atau tampak setuju, tapi kemudian melawannya, Israel akan menyelesaikan tugasnya sendiri,” ujarnya.
Baca juga : Kasih Wejangan Bimteknas V Demokrat, SBY Minta Kadernya Jadi Politisi Tangguh
Kelompok Hamas mengaku telah menerima dokumen proposal Trump dari pemimpin negara yang bertindak sebagai mediator perdamaian Israel-Palestina. Hamas menegaskan akan meninjau proposal itu.
“Para negosiator Hamas mengatakan mereka akan meninjaunya dengan itikad baik dan memberikan tanggapan,” kata seorang pejabat Hamas seperti dikutip dari kantor berita Reuters.
Reaksi berbeda muncul dari Gaza yang kini porak-poranda. Warga setempat mengekspresikan skeptisisme terhadap rencana Trump yang disebut berupaya mengakhiri perang.
Baca juga : BP BUMN Jadi Regulator, Danantara Bisa Lebih Lincah Kelola Perusahaan Negara
“Kami sebagai rakyat tidak akan menerima lelucon ini,” ujar warga Gaza, Abu Mazen Nassa (52). [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.