RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia dan Swiss sepakat memperkuat implementasi Indonesia–European Free Trade Association Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE CEPA), sekaligus membuka peluang kerja sama baru di sektor investasi, energi terbarukan, kesehatan, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Komitmen itu ditegaskan dalam pertemuan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Wakil Presiden Swiss sekaligus Federal Councilor Guy Parmelin di Jakarta, Rabu (1/10/2025).
Baca juga : Wapres Swiss Guy Parmelin Siap Boyong Delegasi Bisnis Ke Indonesia
Airlangga menjelaskan, pemanfaatan IE CEPA sudah mendukung diversifikasi ekspor Indonesia, meski masih perlu ditingkatkan.
“Ke depan, pemanfaatannya perlu ditingkatkan melalui dukungan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), sertifikasi, pertukaran informasi bisnis, serta dialog intensif mengenai isu-isu strategis. Seperti keamanan pangan, pelabelan, sawit, perikanan dan teknologi hijau,” kata Airlangga dalam keterangan Kemenko Perekonomian, Kamis (2/10/2025).
Baca juga : BPIP Diharapkan Berwibawa Dan Mengikat
Menurutnya, kedua pihak juga meninjau hasil Joint Economic and Trade Commission (JETC) Indonesia–Swiss yang berlangsung pada 29 September 2025. Termasuk penandatanganan Joint Statement di sektor mineral.
Selain itu, forum tersebut menyoroti peluang kerja sama energi terbarukan, pembangunan rumah sakit, uji klinis vaksin, transportasi hijau, hingga pengembangan ekonomi halal.
Baca juga : IDSurvey Siap Jadi Mitra Strategis Bisnis Hijau Di Indonesia
<“Indonesia dan Swiss memiliki fondasi kemitraan yang kuat. Dengan komitmen bersama, kita dapat meningkatkan implementasi CEPA, memperluas kerja sama di sektor prioritas dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara,” jelas Airlangga. S e m e n t a r a , P a r m e l i n menegaskan pentingnya memperkuat fondasi ekonomi bersama melalui pemanfaatan CEPA yang lebih efektif serta peningkatan peran sektor swasta. “Kami percaya kerja sama ini dapat membuka lapangan kerja, mendukung inovasi dan memberikan manfaat nyata bagi kedua negara,” katanya. Dia juga menekankan kesiapan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Swiss yang memiliki spesialisasi teknologi tinggi untuk bermitra dengan pelaku usaha Indonesia. Parmelin menambahkan, banyak perusahaan Swiss melihat Indonesia sebagai mitra strategis di Asia. Terutama di sektor kesehatan, mesin, pendidikan vokasi dan energi terbarukan. Pertemuan turut membahas kesinambungan kerja sama pendidikan vokasi melalui Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO), pengembangan rantai nilai kakao, kolaborasi transportasi dengan PT Industri Kereta Api (INKA), serta rencana perluasan program Young Professionals Exchange. Swiss juga menawarkan peluang bagi Indonesia berpartisipasi dalam Agreement on Climate Change, Trade and Sustainability (ACCTS) serta Future of Investment and Trade (FIT) Partnership. Saat ini, investasi Swiss di Indonesia telah melampaui 2,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 34,9 triliun, serta menyerap puluhan ribu tenaga kerja.
“Kerja sama IE CEPA yang berlaku sejak November 2021 menjadi kerangka hukum penting dalam memperkuat perdagangan dan investasi ujar Parmelin.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.