Dark/Light Mode

Menperin: RI–Belarus Sepakat Perkuat Kerja Sama Industri Strategis

Rabu, 6 Agustus 2025 15:29 WIB
Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) bertukar cendera mata dengan Menteri Luar Negeri Republik Belarus Maxim Vladimirovich Ryzhenkov seusai melakukan pertemuan bilateral di Jakarta, Rabu (6/8/2025). (Foto: Kemenperin)
Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) bertukar cendera mata dengan Menteri Luar Negeri Republik Belarus Maxim Vladimirovich Ryzhenkov seusai melakukan pertemuan bilateral di Jakarta, Rabu (6/8/2025). (Foto: Kemenperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia dan Republik Belarus sepakat memperkuat kerja sama di sektor industri melalui berbagai inisiatif strategis.

Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko di Minsk pada 15 Juli 2025 lalu.

Pertemuan kedua kepala negara membahas isu-isu penting di sektor perdagangan, industri, dan pemenuhan kebutuhan strategis nasional. 

Menindaklanjuti pembahasan tersebut, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Belarus, Maxim Vladimirovich Ryzhenkov, di Jakarta, Rabu (6/8/2025).

Baca juga : Indonesia - Belarus Perkuat Kerja Sama Pangan & Pertanian

“Ini merupakan hal yang segar bagi penguatan hubungan antara Indonesia dan Belarus,” ujar Menperin.

Menperin menyebutkan, Belarus adalah bagian dari kawasan Eurasia yang saat ini tengah dijajaki Indonesia untuk menjalin perjanjian perdagangan bebas dengan negara-negara anggota Eurasian Economic Union(EAEU). Ia menilai kerja sama ini akan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia di kawasan tersebut.

“Penandatanganan perjanjian ini akan memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia, termasuk dengan Belarus yang punya posisi strategis di kawasan Eurasia,” tambahnya.

Meski nilai perdagangan Indonesia–Belarus masih relatif kecil, Menperin optimistis ada ruang pertumbuhan signifikan. Ia menargetkan nilai perdagangan bilateral bisa meningkat hingga lima kali lipat dalam dua hingga tiga tahun mendatang.

Baca juga : PLN Indonesia Power Perkuat Kelistrikan Papua Lewat Dua Kerja Sama Strategis

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas pembentukan joint venture di sektor strategis seperti otomotif, alat berat dan mesin pertanian, industri berbasis agro (sawit, karet, dan biofuel), industri metalurgi, hingga pengembangan kawasan industri dan ekosistem Industri 4.0.

Pemerintah Indonesia pun siap memfasilitasi kerja sama dalam format Business to Business (B2B) antara pelaku industri kedua negara. Bahkan, akan dibentuk Joint Economic Committee Indonesia–Belarus di bawah payung kerja sama ekonomi bersama, dengan fokus awal pada sub-komite industri.

Sebagai langkah lanjut, Kementerian Perindustrian akan mengirim delegasi yang dipimpin oleh Dirjen Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII), Tri Supondyke, ke Minsk, Belarus untuk merumuskan dokumen kerja sama antar kementerian.

Menperin menilai, kerja sama ini sangat potensial karena sebagian besar perusahaan manufaktur di Belarus merupakan milik negara (state-owned), sehingga pendekatan antar-pemerintah bisa mempercepat proses negosiasi.

Baca juga : Australia-PBNU Sepakat Perkuat Kerja Sama Pendidikan Dan Budaya

“Kami optimis melalui kerja sama yang terstruktur dan saling menguntungkan, Indonesia dan Belarus dapat mewujudkan kemitraan industri yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.