RM.id Rakyat Merdeka - Australia dan Indonesia meningkatkan kerja sama pertahanan demi menjaga stabilitas dan keamanan kawasan. Negeri Kanguru menghormati kedaulatan Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Panglima Angkatan Bersenjata Australia (Chief of Australian Defence Force/ADF) Admiral David Johnston, dalam kunjungan resminya ke Indonesia pada 15–17 Oktober 2025.
Selama kunjungan tiga hari, Johnston bertemu dengan sejumlah pejabat tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin.
Dalam konferensi pers yang digelar di Kedutaan Besar Australia, Jumat (17/10/2025), Johnston menyampaikan bahwa kunjungannya bertujuan memperkuat kerja sama militer bilateral. “Sebagai negara tetangga dan sahabat dekat, keamanan Indonesia menjadi prioritas,” tegasnya.
Kerja sama tersebut meliputi pelatihan keamanan siber hingga latihan militer gabungan. Setidaknya ada 20 latihan militer bersama yang melibatkan pasukan kedua negara.
Latihan gabungan tersebut tidak hanya mencakup operasi darat, laut dan udara, tetapi juga latihan pertahanan maritim, penanggulangan bencana, pengiriman logistik dan lain sebagainya.
Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Kelapa Gading Optimalisasi Layanan di Kepulauan Seribu
Dalam waktu dekat, kedua negara akan kembali berpartisipasi dalam Pitch Black Military Exercise di Australia, salah satu latihan tempur terbesar di kawasan Indo-Pasifik.
Perjanjian Pertahanan Dengan Papua Nugini
Dalam kesempatan yang sama, Johnston juga menyinggung perjanjian pertahanan Australia dengan Papua Nugini (PNG) yang ditandatangani pada 6 Oktober lalu. Perjanjian yang dikenal sebagai Perjanjian Pukpuk ini merupakan aliansi pertahanan baru pertama bagi Australia dalam lebih dari 70 tahun. Kedua negara sepakat saling membantu menghadapi berbagai ancaman, sesuai dengan konstitusi masing-masing.
Isi perjanjian tersebut mencakup akses militer Australia ke fasilitas dan pasukan PNG, integrasi militer, serta kemungkinan warga Papua Nugini bergabung dengan Angkatan Pertahanan Australia.
Kendati begitu, kerja sama Australia-Papua Nugini memunculkan pertanyaan tentang konflik dan ketegangan yang berkelanjutan di Papua. Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir, desakan dari gerakan Papua Merdeka di Indonesia semakin intensif. Bahkan, seringkali memakan korban jiwa, dengan perbatasan Indonesia-Papua Nugini menjadi titik fokus dalam konflik tersebut.
Pada jumpa pers itu, Johnston menegaskan bahwa perjanjian ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk mencampuri urusan politik dan keamanan Indonesia. “Kami menghormati kedaulatan Indonesia,” tegasnya.
Dia juga menyampaikan bahwa seluruh kesepakatan dilakukan secara terbuka. “Semua per-janjian dilakukan transparan. Kami juga membuka pintu diskusi. Tidak ada yang disembunyikan,” tandasnya.
Baca juga : Pertamina Imbau Masyarakat Waspada Hoaks Terkait Layanan BBM
Sebelumnya, Johnston dan Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, memimpin sidang ke-13 Australia-Indonesia (Ausindo) High Level Committee (HLC) di Hotel Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta, Kamis (16/10/2025).
Selama bertahun-tahun, kata Budi, Ausindo HLC telah menjadi platform penting dalam memperkuat dialog strategis, memperdalam saling pengertian dan membangun kerja sama praktis yang memberikan kontribusi positif bagi hubungan militer kedua negara.
Forum Ausindo HLC yang telah berlangsung lebih dari satu dekade ini berperan penting dalam merespons dinamika geopolitik dan perubahan global yang berdampak pada perdamaian, stabilitas dan keamanan kawasan Indo-Pasifik.
Budi mengatakan, pelaksanaan Ausindo HLC ini mencerminkan komitmen berkelanjutan kedua negara dalam memperkuat kolaborasi pertahanan guna menjaga stabilitas dan keamanan kawasan. Ini dilakukan demi kepentingan Indonesia, Australia dan masyarakat Indo-Pasifik secara luas.
Baca juga : Panggil Menteri Ke Istana, Prabowo Minta Semua Program Prioritas Dikebut
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.