RM.id Rakyat Merdeka - Dunia kembali menoleh ke Asia Tenggara. Dalam pekan terakhir Oktober, para pemimpin dunia dari Amerika Serikat (AS) hingga China akan berkumpul di Kuala Lumpur untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN. Sebuah pertemuan yang menegaskan peran kawasan ini sebagai mitra global.
KTT yang berlangsung pada 26–28 Oktober 2025 itu akan menjadi momen bersejarah bagi blok Asia Tenggara. Selain para kepala negara ASEAN, pertemuan ini akan dihadiri Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri (PM) China Li Qiang, PM Jepang Sanae Takaichi, PM India Narendra Modi, PM Australia Anthony Albanese, serta PM Selandia Baru Christopher Luxon.
Sebagai Ketua ASEAN 2025, Malaysia turut mengundang tujuh pemimpin global lainnya sebagai guests of the chair: Presiden Brazil Lula da Silva, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, PM Kanada Mark Carney, PM Inggris Keir Starmer, Presiden Dewan Eropa Antonio Costa, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva dan Presiden Bank Dunia Ajay Banga.
Kehadiran pemimpin lintas benua itu memperlihatkan bagaimana ASEAN tidak lagi hanya dipandang sebagai blok regional, tetapi juga sebagai mitra dialog utama dalam isu ekonomi, keamanan dan tata kelola global.
“Banyaknya pemimpin dunia yang hadir menunjukkan bagaimana ASEAN kini dipandang sebagai mitra global yang relevan dan strategis,” ujar Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Sidharto Suryodipuro di Jakarta, Rabu (22/10/2025).
KTT ini akan membahas tantangan-tantangan internal Asia Tenggara. Termasuk upaya menstabilkan situasi di Myanmar dan penyelesaian sengketa perbatasan Thailand–Kamboja. Namun, sorotan utama jatuh pada upacara peresmian keanggotaan Timor Leste, yang akan digelar di hari pem-bukaan.
Baca juga : Seskab: Prabowo Jadi Penentu Sejarah Perdamaian Dunia
Timor Leste resmi akan disahkan sebagai anggota penuh ke-11 ASEAN, dua dekade setelah pertama kali mengajukan permohonan keanggotaan.
“Setelah pembukaan KTT pada 26 Oktober nanti, Timor Leste akan menandatangani upacara penandatan-ganan deklarasi penerimaan sebagai negara anggota ASEAN,” terang Sidharto, menegaskan langkah penting yang menandai semakin luasnya jangkauan ASEAN.
Dalam penutupan KTT, PM Malaysia Anwar Ibrahim akan menyerahkan keketuaan ASEAN 2026 kepada Pres-iden Filipina Ferdinand Marcos Jr., melanjutkan tongkat estafet diplomasi kawasan.
KTT APEC Di Korsel
Hanya beberapa hari setelah KTT ASEAN berakhir, sorotan global akan beralih ke KTT APEC 2025 di Gyeongju, Korea Selatan (31 Oktober–1 November).
Presiden Prabowo Subianto dipastikan hadir, membawa dua isu utama yang akan mendominasi percakapan ekonomi dunia. Yakni kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan pertumbuhan demografi.
Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu Abdul Kadir Jailani mengatakan, dinamika demografi antara bonus populasi di Indonesia dan penurunan angka kelahiran di Jepang serta Korea Selatan menjadi topik penting yang bisa dikelola bersama.
Baca juga : KPI Beberkan Lima Langkah Strategis Jawab Tantangan Energi Dunia
“Teknologi harus menjadi alat untuk kemajuan bersama. Namun tetap berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan,” harapnya.
“Dari forum APEC kali ini, para pemimpin negara anggota dapat bertukar pandangan, saling belajar dan berbagi pengalaman terbaiknya. Karena, Indonesia pun pada waktunya nanti bisa saja menghadapi masalah demografi,” jelasnya.
Abdul Kadir menambahkan, sasaran lain yang ingin dicapai melalui kehadiran Indonesia di KTT itu untuk memastikan APEC menghasilkan kerja sama yang berdampak nyata bagi masyarakat pelaku usaha dan dunia kerja.
Dengan tema Building a Sustainable Tomorrow, APEC di bawah keketuaan Korea Selatan berambisi menegaskan, pembangunan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari keadilan sosial dan keberlanjutan jangka panjang.
Rangkaian dua pertemuan besar ini menegaskan transformasi Asia Tenggara dari sekadar kawasan dengan pertumbuhan cepat menjadi poros diplomasi strategis tempat dunia berdialog.
Di tengah ketegangan geopolitik global dan pergeseran kekuatan ekonomi, ASEAN semakin diposisikan bukan sebagai penonton, melainkan sebagai jembatan antarblok dunia.
Baca juga : ASEAN Jadi Pasar Digital Paling Dinamis Di Dunia
Artikel ini telah dimuat di koran Rakyat Merdeka edisi 24 Oktober 2025.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.